Headline

Ratusan Senjata Ditemukan Di Sekolah Swasta Jaksel, Gubernur DKI Jakarta Minta Diselidiki Tuntas!

×

Ratusan Senjata Ditemukan Di Sekolah Swasta Jaksel, Gubernur DKI Jakarta Minta Diselidiki Tuntas!

Sebarkan artikel ini
Penemuan ratusan senjata beserta amunisi dan barang mencurigakan di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang Jakarta Selatan
Temuan senjata api airsoft gun hingga diduga narkoba dan CD porno di ruangan sekolah memicu penyelidikan menyeluruh

CAHAYANEGERI.COM – Ada ratusan senjata yang ditemukan di satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Apa saja senjatanya dan apa tujuan dari ratusan senjata itu?

Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, menjelaskan bahwa temuan tersebut bermula ketika beberapa orang membuka salah satu ruangan yang hendak dipakai untuk menunjang kebutuhan siswa.

“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” jelas Hermawanto pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain yang biasanya digunakan untuk keperluan guru. Dari ruangan itu, mereka menemukan sejumlah senjata api dan barang yang diduga narkotika.

“Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan menemukan CD porno,” jelas Hermanto.

Berbagai jenis senjata yang ditemukan meliputi empat senjata api laras panjang, dua senjata api laras pendek, peredam, tujuh magasin serta amunisi dengan beragam kaliber.

Selain itu, terdapat sejumlah airsoft gun yang menyerupai FN P90, AK-47 dan M4 Carbine. Petugas juga menemukan taser gun, alat untuk membuat peluru serta buku panduan pembuatan peluru.

Hermawanto menambahkan, pihaknya juga menemukan sebuah ruangan dengan bentuk menyerupai bunker. Akan tetapi, ruangan tersebut belum dibuka.

BACA JUGA: Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen, 4 Bupati Datangi Kemensos dan Siapkan Lahan!

BACA JUGA: WOW! Menteri ESDM Bahlil Luncurkan 10 Buku, Intip Karya-karyanya Di Sini!

“Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengaku sebagai pemilik ratusan airsoft gun yang ditemukan di lokasi. Ia menyatakan seluruh senjata tersebut legal dan telah memiliki izin.

Menurut Alhadid, airsoft gun itu mulai disimpan di tempat tersebut sejak 2020. Senjata-senjata digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah.

“Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S,” jelasnya.

Namun, kegiatan tersebut berhenti setelah pembinanya, yang berinisial S, meninggal dunia pada 2022. Alhadid juga menyebut kondisi ratusan airsoft gun itu sudah tidak dapat digunakan. Ia menegaskan bahwa penyimpanan senjata tersebut telah dilakukan sesuai prosedur.

Selama berada di lokasi, kata Alhadid, tidak pernah terjadi insiden yang berkaitan dengan senjata-senjata itu. Alhadid membantah memiliki barang yang diduga narkotika maupun CD yang diduga berisi konten pornografi.

Ia mengatakan barang-barang tersebut bukan milik pihaknya. Menurutnya, sejak April 2026, yayasan itu telah berada di bawah kendali pembina lain yang berinisial N.

Ia juga memastikan senjata api yang ditemukan bukan milik PT Lokta. Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan telah menerima laporan mengenai penemuan senjata tersebut. Saat ini, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan kepolisian telah membuat laporan model A terkait penemuan air gun dan senjata api tersebut. Laporan itu dibuat sebelum polisi menerima laporan dari masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memberikan tanggapan atas penemuan ratusan senjata dan barang yang diduga narkotika di sekolah swasta tersebut. Pramono menilai keberadaan senjata di lingkungan sekolah merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Ia meminta perkara tersebut segera ditindaklanjuti dan diusut secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak boleh digunakan sebagai tempat menyimpan senjata api atau benda sejenis.

Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi siswa, guru dan seluruh warga sekolah. “Sangat tidak boleh, karena di dunia pendidikan, yang seperti ini tidak boleh terjadi,” kata Pramono pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Pramono mengatakan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakartasiap memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut. Pemprov DKI juga mendukung pemberian sanksi tegas apabila penyelidikan menemukan adanya pelanggaran hukum.

“Sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. Pemerintah DKI memberikan dukungan sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini,” ungkap Pramono.*

Penulis: Riska Ayu Kurniati