CAHAYANEGERI.COM – Pada Kamis, 20 Agustus 2026 sore gempa mengguncang kawasan Jogja dan Bantul. Gempa bumi tektonik itu memiliki kekuatan Magnitudo 3,6.
Gempa yang mengguncang sekitar pukul 17.20 WIB membuat banyak warga panik dan langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan catatan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi tepat pada pukul 17:20:57 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,6.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter berada di koordinat 7,94° LS dan 110,45° BT. Lokasi ini berada di darat, sekitar 11 kilometer ke arah tenggara dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedalaman pusat gempa (hiposenter) tercatat sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
“Info Gempa Mag:3.6, 20-Aug-2026 17:20:57 WIB, Lok:7.94 LS, 110.45 BT (11 km Tenggara BANTUL-DIY), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG melalui akun resminya pada Kamis, 20 Agustus 2026.
BACA JUGA: Berpotensi Gempa Susulan NTT Hingga 3 Minggu Kedepan
BACA JUGA: Kemen PU: Layanan Dasar Korban Gempa NTT Jadi Prioritas
Guncangan ini terasa di beberapa wilayah, termasuk di kawasan Sorowajan, Banguntapan, Bantul, di mana sejumlah warga terlihat berlarian keluar rumah saat gempa terjadi.
Akibat gempa tersebut, sebanyak 20 perjalanan kereta api (KA) di wilayah KAI Daop 6 Jogja sempat dihentikan sementara (berhenti luar biasa/BLB) selama beberapa menit.
Perjalanan kereta api kemudian dilanjutkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman.
“Pada pukul 17.42 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman dan seluruh KA yang BLB dapat melanjutkan perjalanannya,” ungkap Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Feni menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan prosedur wajib yang harus dilakukan KAI setiap kali terjadi gempa, demi menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Warga di Bantul dan sekitar Yogyakarta disarankan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa, serta tidak menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. S
aat gempa terjadi, segera lindungi kepala dan tubuh dengan berlindung di bawah meja atau benda kokoh, menjauh dari kaca, lemari dan benda lain yang berpotensi jatuh.
Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan secara tertib menuju area terbuka dan hindari bangunan yang terlihat rusak.
Selalu ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD, serta jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. *






