Headline

Berpotensi Gempa Susulan NTT Hingga 3 Minggu Kedepan

×

Berpotensi Gempa Susulan NTT Hingga 3 Minggu Kedepan

Sebarkan artikel ini
Kepala BNPB memberikan keterangan terkait potensi gempa susulan di NTT
Kepala BNPB sebut gempa susulan berpeluang terjadi di NTT hingga 3 minggu ke depan.

CAHAYANEGERI.COM – Gempa susulan masih berpotensi akan mengguncang NTT. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengatakan bahwa gempa susulan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dua hingga tiga minggu mendatang.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak langsung panik setiap kali merasakan getaran. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suharyanto menjelaskan bahwa gempa-gempa susulan yang muncul sejauh ini umumnya memiliki kekuatan lebih rendah dibandingkan gempa utama yang sebelumnya mengguncang wilayah tersebut.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan,” ungkap Suharyanto pada Rabu, 19 Agustus 2026.

BACA JUGA: Kemen PU: Layanan Dasar Korban Gempa NTT Jadi Prioritas

BACA JUGA: Seskab Teddy: Bantuan untuk Gempa Di NTT, 253 Ton Logistik Telah Dikirim Atas Perintah Presiden!

Ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap perlu menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Masyarakat diimbau untuk tidak masuk atau beraktivitas di dalam bangunan yang rusak sebelum kondisi bangunan tersebut dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Apabila keamanan rumah masih belum dapat dipastikan, warga dapat memilih untuk sementara waktu tinggal di tenda atau tempat aman yang berada di sekitar rumah.

“Kalau rumahnya rusak cukup parah, jangan masuk dulu. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetapi bagi rumah yang aman dan sudah diperiksa, masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan. Tetap ikuti informasi resmi, jangan percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya,” jelasnya. Suharyanto juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap setiap getaran kecil sebagai keadaan darurat yang harus dihadapi dengan kepanikan.

Sebaliknya, setiap getaran perlu disikapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang tepat. Warga dapat melindungi diri, segera menjauh dari bangunan yang berpotensi membahayakan, serta mengikuti prosedur keselamatan yang telah disampaikan oleh petugas dan pemerintah.

Suharyanto menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu menghadapi kondisi tersebut dengan rasa takut seorang diri. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersama BMKG, BPBD, serta berbagai pihak terkait akan terus memantau aktivitas gempa dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.

“Yang kita perlukan sekarang adalah tenang dan waspada. Jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Dengarkan informasi dari sumber resmi. Pemerintah akan terus berada di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan serta keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tuturnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pusat gempa tersebut berada di Kabupaten Nagekeo. Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari. Status tersebut berlaku mulai 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026. *

Penulis: Riska Ayu Kurniati