CAHAYANEGERI.COM – Salah satu program pemerintah yang sejak awal sudah menjadi sorotan adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dikabarkan ada beberapa barang yang banyak di beli di Kopdes Merah Putih.
Sejak awal program Kopdes Merah Putih ini sudah banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini sudah ada beberapa Kopdes Merah Putih yang mulai beroperasi.
Sejak awal 2026, aktivitas perdagangan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menunjukkan nilai transaksi yang signifikan yaitu mencapai sekitar Rp 56,69 miliar.
Volume transaksi yang tercatat sampai catatan terakhir juga besar yakni 53.817 transaksi.
BACA JUGA: Melonjak Pesat Sejak Jadi Jampidsus, Ini Daftar Kekayaan Febrie Adriansyah Bernilai Fantastis
BACA JUGA: Jampidsus Febri Ardiansyah Jadi Sorotan Publik, Inilah Profil Lengkap dan Jejak Kariernya
Terdapat berbagai jenis barang yang paling banyak dibeli oleh anggota dan masyarakat setempat. Barang-barang tersebut mulai dari produk pertanian hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Mengacu pada data dari Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Senin, 13 Juli 2026 didapatkan total nilai transaksi sepanjang tahun ini mencapai Rp 56.695.106.929.
Nah dari rincian penjualan sendiri terlihat bahwa produk pupuk mendominasi pembelian. Pupuk NPK Phonska menempati posisi teratas sebagai produk paling banyak dibeli.
Produk ini memiliki nilai pembelian mencapai sekitar Rp 15,093 miliar dan volume transaksi sebesar 8.178.733 unit.
Peringkat kedua diisi oleh Pupuk Urea N 46% yang volume penjualannya mencapai 6.206.984 unit dengan nilai transaksi sekitar Rp 11,272 miliar.
Di urutan ketiga terdapat kategori “barang lainnya” yang secara kumulatif mencatatkan nilai transaksi Rp 7,93 miliar dengan volume 527.903 unit.
Minyak goreng menempati posisi keempat, tercatat bernilai sekitar Rp 3,6 miliar dengan volume penjualan 606 unit.
Untuk komoditas beras sendiri, beras medium SPHP kemasan 5 kg berada di peringkat kelima dengan total nilai transaksi sekitar Rp 2,45 miliar dan volume 55.229 kemasan.
Komoditas beras lainnya juga menunjukkan permintaan signifikan, tercatat nilai penjualan Rp 1,14 miliar dengan volume 27.009 kemasan.
Produk Sunco minyak goreng ukuran 2 liter juga laris di koperasi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 505 juta dan volume 11.419 unit. Gas LPG 3 kg mencatatkan penjualan senilai Rp 481 juta dengan volume 25.654 tabung.
Sementara itu, gula merek KTM kemasan 1 kg terjual senilai Rp 284 juta dengan volume 16.204 bungkus.
Produk yang terakhir adalah produk rokok filter 12 juga tersedia dan mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp 272 juta dengan volume penjualan 10.358 bungkus.*


