CAHAYANEGERI.COM – Sejak mundurnya Perry Warjoyo, banyak yang penasaran siapa yang akan menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Benarkah Presiden Prabowo Subianto sudah melakukan diskusi dengan beberapa calon kandidiat Gubernur BI?
Istana menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih menimbang sejumlah nama untuk jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Beberapa calon bahkan dilaporkan sudah diundang bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan bahwa proses penjaringan calon gubernur BI memang sudah dimulai.
“Ada ya. Ada beberapa nama banyak, banyak. Ada, untuk diajak diskusi arahnya bagaimana, ada ya,” jelas Prasetyo pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengakui bahwa pemanggilan terhadap sejumlah kandidat telah berlangsung dalam periode yang cukup lama. Namun, Prasetyo enggan membuka siapa saja nama yang sudah dipanggil, sehingga daftar lengkap calon masih ditutup rapat untuk publik.
BACA JUGA: Transfer Rp 20,5 Triliun ke 490 Pemda! Purbaya: Paling Lambat Minggu Depan!
BACA JUGA: Mempercepat Efisiensi dan Pengambilan Keputusan, Presiden Prabowo Ingin BUMN Pangkas Birokrasi!
Prasetyo juga memperjelas bahwa hingga kini belum ada Surat Presiden (Surpres) yang dikirim ke DPR untuk mengajukan calon definitif. Alasannya, Presiden masih terus melakukan diskusi dan menerima berbagai masukan terkait siapa yang paling tepat diusung sebagai gubernur BI.
Di antara nama-nama yang beredar, Destry Damayanti menjadi satu-satunya yang secara terbuka dikonfirmasi masuk dalam pertimbangan Presiden. Prasetyo sendiri menegaskan bahwa Destry memang salah satu kandidat yang sedang ditimbang untuk posisi tersebut.
“Kalau pertanyaannya apakah Ibu Destry salah satu yang dipertimbangkan atau nama yang termasuk dibahas, ya bisa kami sampaikan itu sudah pasti itu, sebagai salah satu yang dibahas lah gitu ya,” ungkap Prasetyo.
Meskipun demikian, pemerintah belum memberikan petunjuk mengenai siapa yang paling berpeluang mendapat kepercayaan Prabowo. Nama lain yang sempat muncul adalah Muliaman Hadad, mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketika ditanya tentang Muliaman, Prasetyo tidak memberikan konfirmasi apakah ia termasuk dalam daftar calon. Ia hanya mengulang bahwa jumlah nama yang sedang dipertimbangkan Presiden cukup banyak, sehingga komposisi kandidat masih sangat terbuka dan belum mengerucut pada satu figur.
Proses ini berlangsung seiring dengan mendekatnya akhir masa jabatan Gubernur BI saat ini, Perry Warjiyo. Nantinya, Presiden akan menetapkan nama yang akan diajukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Untuk saat ini, Istana memilih belum membuka seluruh daftar kandidat yang ada di radar Presiden. Pertemuan dengan sejumlah calon menunjukkan bahwa proses seleksi sudah berjalan, namun keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin bank sentral masih menunggu tahapan selanjutnya.*






