Ekonomi

WOW! Menteri ESDM Bahlil Luncurkan 10 Buku, Intip Karya-karyanya Di Sini!

×

WOW! Menteri ESDM Bahlil Luncurkan 10 Buku, Intip Karya-karyanya Di Sini!

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan sepuluh buku berisi gagasan dan pengalaman kerjanya
Peluncuran sepuluh buku karya Bahlil bertepatan perayaan ulang tahunnya yang ke lima puluh dihadiri Presiden Prabowo

CAHAYANEGERI.COM – Ada gebrakan baru dari Bahlil Lahadalia. Pasalnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini meluncurkan 10 buku loh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkenalkan 10 buku yang berisi gagasan, pengalaman serta perjalanan kariernya dalam berbagai bidang strategis. Buku-buku tersebut membahas sejumlah topik penting, mulai dari investasi, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan industri hingga pengembangan sektor energi di Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bahlil yang ke-50. Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional.

Dalam sambutannya, Bahlil mengatakan bahwa pada awalnya ia hanya menargetkan penerbitan delapan buku. Namun, setelah melalui proses penyusunan dan pengembangan materi, jumlahnya bertambah menjadi 10 buku.

“Izin Pak Presiden, buku saya itu sebenarnya delapan buku, bukan 10. Tapi karena angka delapan adalah sandi Bapak Presiden, maka saya genapkan menjadi 10 buku,” jelas Bahlil pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa sebagian besar karya tersebut disusun berdasarkan pengalaman yang ia peroleh ketika menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pengalaman itu kemudian menjadi dasar bagi Bahlil dalam menulis berbagai pemikiran mengenai kebijakan investasi dan pembangunan industri nasional, sebelum dirinya dipercaya memimpin Kementerian ESDM.

“Buku ini sebenarnya bukan yang baru ditulis untuk nanti akan dibuat. Sebagian buku-buku ini adalah buku-buku yang dibuat di saat saya masih Menteri Investasi,” kata Bahlil.

BACA JUGA: Kursi Gubernur BI Masih Kosong, Presiden Prabowo Sudah Diskusi dengan Calon Kandidat!

BACA JUGA: Transfer Rp 20,5 Triliun ke 490 Pemda! Purbaya: Paling Lambat Minggu Depan!

Meski tidak memaparkan seluruh judul buku yang diterbitkan, Bahlil menyampaikan isi dari beberapa karya tersebut. Buku pertama berjudul Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi.

Buku ini mengangkat pengalaman pemerintah dalam mengambil keputusan untuk menghentikan ekspor bijih nikel pada awal periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahlil mengungkapkan bahwa beberapa hari setelah dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019, ia menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk menghentikan ekspor nikel.

Pada saat itu, kewenangan terkait kebijakan tersebut sebenarnya berada di bawah Kementerian ESDM. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan Bahlil sebagai bagian dari pembahasan mengenai pentingnya hilirisasi sumber daya alam di Indonesia.

Buku kedua diberi judul Batang Magnet Investasi: Kisah di Balik Lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang. Menurut Bahlil, penulisan buku ini berawal dari evaluasi pemerintah terhadap upaya menarik perusahaan yang ingin memindahkan kegiatan industrinya di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Pada masa tersebut, Indonesia belum berhasil menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan yang mencari lokasi baru. Sebagian perusahaan justru memilih Vietnam karena biaya lahan di kawasan industrinya dinilai jauh lebih murah dibandingkan dengan harga lahan di Indonesia.

Selanjutnya, terdapat buku berjudul Seni Menuntaskan Misi. Karya ini menceritakan langkah-langkah Bahlil dalam memperkuat kedudukan dan fungsi Kementerian Investasi. Ia menilai, pada masa itu kementerian tersebut masih lebih banyak berperan sebagai pihak yang berada di garis depan dalam melayani investor atau sekadar menjadi front office.

Buku keempat berjudul Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional. Di dalamnya, Bahlil menguraikan proses negosiasi pemerintah untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Pembahasan tersebut juga mencakup kerja sama dengan perusahaan otomotif Hyundai dalam mengembangkan industri kendaraan listrik nasional. Bahlil menyebutkan bahwa proyek dengan nilai investasi mencapai 1,5 miliar dolar AS itu sempat menjadi incaran sejumlah negara.

Setelah melalui berbagai proses dan pembahasan, proyek tersebut akhirnya dapat diwujudkan di Indonesia. Kehadiran proyek itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Buku kelima berjudul Tuan di Negeri Sendiri. Bahlil menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya berisi refleksi mengenai pelaksanaan program hilirisasi nasional, tetapi juga menjadi bentuk otokritik terhadap berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Menurut Bahlil, gagasan utama dalam buku tersebut berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya mewujudkan kedaulatan dalam mengelola sumber daya alam dengan hilirisasi ditempatkan sebagai instrumen penting.

Berikut adalah 10 buku yang diluncurkan Bahlil:

– Hilirisasi SDA Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi

– Batang Magnet Investasi: Kisah di Balik Lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang

– Investasi Inklusif dan Berkelanjutan: Konsep dan Capaian

– Koboi dari Timur Jaring Investasi

– Bertahan, Berjejaring, Bertindak

– Tuan di Negeri Sendiri

– Seni Menuntaskan Misi

– Transformasi Energi Negeri: Resiliensi, Transisi Energi, dan Hilirisasi

– Seorang yang Terlanjur Disimpulkan

– Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional. *

Penulis: Riska Ayu Kurniati