CAHAYANEGERI.COM – Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Lihat di sini update jumlah korban gempa di NTT.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memberikan informasi terbaru mengenai dampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin, 17 Agustus 2026, tercatat 68 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa para korban berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Manggarai hingga Ngada.
“Dengan rincian di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikah 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa dan Kabupaten Ngada 2 jiwa,” jelas Berton pada Senin, 17 Agustus 2026.
BNPB masih melakukan pemantauan dan pendataan secara berkala untuk mengetahui perkembangan terbaru di lapangan.
BACA JUGA: Gempa Susulan di NTT, BMKG Catat Jumlahnya Mencapai 1.598!
BACA JUGA: Gempa NTT: Presiden Prabowo dan Partai Gerindra Kirim Bantuan Untuk Korban!
Apabila ditemukan adanya penambahan korban, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada masyarakat. Selain menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum serta sejumlah infrastruktur penting.
BNPB menyebutkan bahwa data kerusakan dan jumlah korban masih dapat berubah karena proses pencarian, pendataan dan verifikasi masih berlangsung. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada lagi laporan mengenai warga yang masih hilang di wilayah terdampak.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer sebelah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat guncangan tersebut.
Di tengah proses penanganan bencana, pemerintah pusat mulai menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, hingga Senin, 17 Agustus 2026 sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan. “Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain itu, tercatat pula 744 fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak gempa. Mahadin Sibarani menyampaikan bahwa angka tersebut masih berupa data sementara.
Jumlahnya berpotensi berubah karena petugas masih melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap bangunan yang rusak di berbagai daerah. Berdasarkan hasil pendataan terbaru, jumlah kerusakan mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan laporan sebelumnya yang dirilis pada 15 Agustus 2026.
Dalam laporan sebelumnya, BPBD mencatat sebanyak 1.639 rumah mengalami kerusakan. Namun, dalam waktu dua hari, jumlah tersebut meningkat menjadi 7.968 rumah atau bertambah lebih dari empat kali lipat.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah penduduk, tetapi juga meluas ke fasilitas publik dan berbagai infrastruktur. Jumlah fasilitas umum serta infrastruktur yang terdampak juga mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya BPBD mencatat 163 unit mengalami kerusakan, laporan terbaru menunjukkan jumlahnya telah mencapai 744 unit. Menurut Mahadin, peningkatan angka tersebut terjadi karena proses pendataan kini telah menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo dan Sikka. *






