CAHAYANEGERI.COM – Syamsul Bahrun menempuh perjalanan luar biasa seorang diri dari Bengkulu hingga Jakarta dengan berjalan kaki.
Ia melanggar jauh demi satu tujuan yakni mencari keadilan atas warisan orang tuanya yang diduga dikuasai kepala desa setempat, meski ia tidak memiliki harta, dukungan, maupun koneksi yang kuat.
Syamsul Bahrun warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu berangkat seorang diri membawa bendera Merah Putih.
Langkah kakinya sejauh ratusan kilometer itu adalah suara hati yang tak tersampaikan di daerahnya.
Ia bersama dua saudaranya merasa hak atas peninggalan orang tua dirampas dan belum memperoleh penyelesaian yang adil.
BACA JUGA: Usai Rumah Pribadinya Digeledah, Kadis PUPR Kota Bengkulu Diperiksa KPK!
BACA JUGA: Jaga Warisan Sejarah, Presiden Prabowo Subianto Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang!
“Saya tidak punya uang, tidak punya perlindungan siapa pun, tidak punya koneksi. Namun saya percaya kepada Allah,” ucap Syamsul dengan penuh keteguhan.
Ia memilih berjalan kaki menuju pusat pemerintahan agar hak dan kebenaran dapat didengar serta diteliti secara adil dan transparan.
Perjalanan ini bukan untuk memihak siapa pun, melainkan agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan keadilan benar-benar terwujud.
Semoga Syamsul senantiasa dijaga keselamatannya, dipertemukan dengan orang-orang baik, dan segera mendapatkan keadilan yang ia cari.
Bagi yang berpapasan dalam perjalanannya, boleh saja memberi bantuan sederhana sebagai wujud kepedulian sesama manusia yang sedang berjuang.*






