CAHAYANEGERI.COM – Operasi SAR kebakaran KMP Mutiara Sentosa II secara resmi telah ditutup. Lantas berapa jumlah penumpang yang selamat dan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa II?
Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Suntana, menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT sudah mulai melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran kapal tersebut yang menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia.
“Kami memerlukan waktu untuk itu terhadap proses pemeriksaan dengan KNKT,” jelas Suntana pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Suntana, proses penyelidikan ini memang sudah berjalan, tetapi untuk menemukan penyebab yang benar-benar akurat dibutuhkan waktu yang tidak singkat.
Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu pun masih terus didalami dari berbagai sisi.
Selain KNKT, Kementerian Perhubungan juga bekerja sama dengan Polda Jawa Timur untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur pidana dalam insiden tersebut.
Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan akan diumumkan kepada masyarakat setelah KNKT menyelesaikan seluruh rangkaian investigasinya.
“Begitu juga kami meminta bantuan Polda untuk memeriksa hal-hal yang lain. Jadi pemeriksaannya nanti akan kita laporkan kepada umum sesudah dilaksanakan pemeriksaan oleh KNKT,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ingin Rasakan Euforia Peringatan Hari Kemerdekaan Di Istana Merdeka, Ini Cara War Tiketnya!
BACA JUGA: Terjerat Kasus Suap, Masa Penahanan Bupati Muara Enim Diperpanjang KPK!
Suntana menegaskan, jika dari penyelidikan Polda ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, maka kasus itu akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga akan mengevaluasi dan memperbaiki aturan keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Ia juga mengatakan bahwa sanksi akan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagaimana yang pernah diterapkan pada kasus kecelakaan pelayaran sebelumnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa II yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar dilaporkan terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Basarnas kemudian menghentikan operasi pencarian dan pertolongan khusus pada Selasa, 4 Agustsu 2026 setelah seluruh penumpang berhasil didata.
Dari total 238 orang di atas kapal, 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang lainnya meninggal dunia.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa operasi SAR untuk kejadian kebakaran kapal tersebut resmi ditutup.
“Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya,” ungkap Syafii pada Selasa, 4 Agustsu 2026.
Meski operasi khusus sudah berakhir, Basarnas tetap membuka posko pengaduan untuk mengantisipasi jika masih ada keluarga yang merasa kerabatnya belum ditemukan.
Apabila muncul laporan baru, pencarian bisa dibuka kembali menyesuaikan kondisi di lapangan.
Basarnas juga menyatakan siap membantu KNKT dalam proses investigasi bila dibutuhkan, termasuk untuk mencari posisi bangkai KMP Mutiara Sentosa II yang saat ini sudah tidak terlihat di permukaan laut. *






