Headline

Mabes Polri Kirim Bantuan ke Korban Gempa NTT

×

Mabes Polri Kirim Bantuan ke Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Pesawat, helikopter dan tim anjing pelacak Mabes Polri disiapkan untuk membantu penanganan bencana gempa di NTT
Mabes Polri mengerahkan pesawat, helikopter serta anjing pelacak untuk membantu penanganan bencana gempa yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur

CAHAYANEGERI.COM – Bencana gempa yang melanda di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi sorotan utama. Berbagai bentuk bantuan dikerahkan untuk membantu korban gempa termasuk adanya bantuan dari Mabes Polri.

Mabes Polri mengirimkan sejumlah armada udara ke berbagai wilayah terisolasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat proses penanganan pascagempa berkekuatan magnitudo 7. Pengerahan transportasi udara tersebut dilakukan karena beberapa jalur darat menuju lokasi terdampak mengalami kerusakan dan tidak dapat dilalui.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa salah satu armada yang digunakan adalah pesawat Cassa.

“Di sana sudah ada penempatan pesawat Casa Polri yang sudah digunakan oleh Bapak Kapolda NTT dengan Forkopimda ketika pasca kejadian langsung ke daerah-daerah seperti ke Labuan Bajo, Ende,” jelasnya pada Minggu, 16 Agustus 2026.

BACA JUGA: Gempa 7,7 Guncang NTT, Gubernur dan Jajaran Gerak Cepat Lakukan Upaya Penyelamatan!

BACA JUGA: Dapur SPPG Di Mojokerto Meledak, Kerahkan 2 Unit Mobil Damkar dan 5 Pekerja Terluka!

Pesawat tersebut dimanfaatkan sebagai sarana utama untuk mendukung mobilitas personel, peralatan serta bantuan menuju daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain pesawat Cassa, Polri turut menyiagakan tiga unit helikopter.

Armada ini akan digunakan untuk membantu proses evakuasi warga, mengangkut kebutuhan darurat, serta mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang masih terisolasi akibat gempa.

“Kemudian helikopter ada tiga AW-169. Peruntukannya untuk memberikan distribusi-distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak, yang tentunya memiliki jangkauan terisolir, terbatas, dan untuk kecepatan,” ungkapnya.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Polri juga mengirimkan personel SAR, anjing pelacak atau K9, peralatan pencarian dan penyelamatan serta berbagai bantuan logistik. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk mendukung pencarian korban dan mempercepat penanganan di lokasi yang mengalami kerusakan parah.

Pemberangkatan tim dilakukan pada Minggu pagi dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Tim diterbangkan menggunakan pesawat Polri jenis CN295 atau Airbus C295 dengan nomor registrasi P-4501.

Sebanyak 21 personel Direktorat Polisi Satwa turut diberangkatkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban gempa. Selain itu, Polri mengerahkan 10 ekor K9 yang telah dilatih untuk menemukan korban, terutama di area yang tertimbun reruntuhan bangunan atau material akibat gempa.

Menurut Trunoyudo, jumlah personel dan anjing pelacak yang dikirim telah disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan. Penempatan mereka nantinya akan dilakukan melalui koordinasi dengan Polda NTT agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Pesawat tersebut juga membawa berbagai peralatan SAR dan bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton. Bantuan yang dikirim meliputi tiga set tenda putih, enam set tenda pleton, 10 unit Wontech serta 648 porsi makanan siap saji untuk mendukung kebutuhan para korban dan petugas di lokasi bencana.

Setelah tiba di NTT, personel dan K9 akan ditempatkan di sejumlah wilayah berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Beberapa daerah yang menjadi perhatian utama dalam operasi ini adalah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.

Meski demikian, personel dapat dipindahkan ke daerah lain apabila terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan pencarian korban, evakuasi warga, mitigasi bencana maupun penyaluran bantuan. Petugas juga masih melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang terisolasi akibat gempa untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengarahkan seluruh jajaran Polri agar segera melakukan mitigasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu proses penyelamatan, memenuhi kebutuhan darurat serta mendukung pemulihan di wilayah NTT. *

Penulis: Riska Ayu Kurniati