Headline

Dilalap Si Jago Merah, Damkar Kerahkan 185 Personel Kebakaran Kebayoran Lama!

×

Dilalap Si Jago Merah, Damkar Kerahkan 185 Personel Kebakaran Kebayoran Lama!

Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar sedang memadamkan api di lokasi kebakaran gudang obat Kebayoran Lama
Proses pemadaman kebakaran gudang obat yang terjadi pada Selasa malam 28 Juli 2026

CAHAYANEGERI.COM – Pada Selasa, 28 Juli 2026 malam terjadi kebakaran di Kebayoran Lama. Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Haji Salihun, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

Insiden itu ternyata menghanguskan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat beserta kantor pengelolanya. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh adanya gangguan pada instalasi listrik di bangunan tersebut.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Poengky, menjelaskan bahwa informasi awal yang diterima petugas menyebutkan objek yang terbakar adalah permukiman warga.

Namun, setelah tim pemadam tiba di lokasi, mereka mendapati bahwa sumber api berasal dari gudang obat bukan dari rumah penduduk.

“Jadi tadi informasi awal memang kita informasinya rumah padat hunian. Namun ternyata sampai di TKP gudang obat. Dan alhamdulillah tidak ada perambatan dan cepat dilokalisir. Dan sudah dilakukan pendinginan, sekarang udah dinyatakan padam, selesai,” jelas Poengky pada Selasa, 28 Juli 2026.

Poengky menerangkan bahwa area yang terbakar hanya mencakup gudang obat dan kantor pengelola yang berada dalam satu struktur bangunan.

Gudang penyimpanan obat terletak di lantai dua, sementara ruang kantor dan bagian lainnya berada di lantai dasar.

Menurutnya, indikasi awal penyebab kebakaran mengarah pada masalah kelistrikan, meski hal tersebut masih perlu dilakukan penyelidikan lebih mendalam.

Bintara Data Gulkarmat Jakarta Selatan, Taufik, menambahkan bahwa berdasarkan keterangan pengelola bangunan titik api pertama kali muncul di lorong gudang obat.

Lokasi itu berada persis di dekat mesin pengatur suhu. “Informasinya seperti itu dari pengelola bangunannya. Posisinya ada di lorong sebelah kiri, pas di mesin yang tadi saya bilang. Mesin buat penyimpanan suhu obat,” jelas Taufik.

Pada saat kejadian, aktivitas operasional di dalam bangunan sebenarnya sudah selesai karena jam kerja telah berakhir.

BACA JUGA: Mirip Dengan Korban Keracunan, DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Sutrimo!

BACA JUGA: 1.204 Lulusan IPDN Jadi Pamong Praja Muda, Dilantik Langsung Oleh Presiden Prabowo!

Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang sempat mencoba memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak berhasil karena api sudah terlanjur membesar.

Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut pertama kali diketahui dan dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 18.48 WIB.

Setelah melakukan penanganan intensif, petugas mulai melaksanakan proses pendinginan pada pukul 20.12 WIB, usai api berhasil dilokalisir sehingga tidak menyebar ke bagian lain. Operasi pemadaman keseluruhan baru dinyatakan tuntas pada pukul 21.13 WIB.

Dalam upaya mengendalikan dan memadamkan api, Gulkarmat mengerahkan sumber daya yang cukup besar, yakni 28 unit mobil pemadam kebakaran dan 185 personel.

Poengky menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut dan api berhasil dicegah agar tidak merambat ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Isi gudang tidak habis terbakar seluruhnya. Poengky menyebut masih terdapat banyak kemasan obat yang dapat diselamatkan karena api relatif cepat dikendalikan. Saat ini proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan secara pasti apa yang menjadi penyebab utama kebakaran tersebut.*