Nasional

Gempa NTT: Kemenkes Percepat Pembangunan Rumah Sakit Lapangan di Ruteng

×

Gempa NTT: Kemenkes Percepat Pembangunan Rumah Sakit Lapangan di Ruteng

Sebarkan artikel ini
Kemenkes bangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal Ruteng ganti RSUD yang terdampak gempa NTT
Pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal Manggarai dipercepat Kemenkes untuk layani korban gempa NTT setelah RSUD Ruteng tidak berfungsi maksimal

CAHAYANEGERI.COM – Bantuan untuk para korban gempa NTT terus berdatangan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan fasilitas kesehatan sementara ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan medis setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng terdampak gempa yang terjadi pada 15 Agustus lalu. “Di sini sudah kita pasang lima tenda,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Pada tahap awal, rumah sakit lapangan tersebut memiliki empat tenda rawat inap dengan kapasitas sekitar 20 pasien. Selain itu, tersedia pula satu tenda yang difungsikan sebagai ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan. Kemenkes berencana menambah jumlah tenda rawat inap agar kapasitas rumah sakit lapangan dapat meningkat hingga sedikitnya 100 tempat tidur.

Tenda-tenda tambahan akan dikirim dari Bali untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak gempa. “Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” ungkap Budi.

BACA JUGA: Update Gempa NTT: 68 Korban Jiwa Meninggal Dunia dan 7.968 Bangunan Alami Kerusakan!

BACA JUGA: Gempa Susulan di NTT, BMKG Catat Jumlahnya Mencapai 1.598!

Rumah sakit lapangan ini dirancang agar pasien tetap memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman. Area rawat inap dilengkapi lantai khusus yang dapat membantu memudahkan pemindahan pasien serta mobilisasi berbagai peralatan medis.

Penggunaan lantai tersebut juga bertujuan menjaga kebersihan dan mengurangi risiko air hujan masuk ke dalam tenda. Tenda yang digunakan termasuk dalam kategori tenda standar tanggap bencana.

Jenis tenda tersebut telah dimanfaatkan dalam berbagai penanganan bencana di sejumlah negara, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Selain kokoh, tenda ini dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah bencana.

Salah satu fasilitas penting yang disiapkan adalah ruang operasi. Tenda tersebut dibuat sebagai ruangan steril yang dapat ditutup dan diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien serta mengurangi risiko infeksi selama proses operasi.

Di dalamnya tersedia lampu operasi, meja operasi, serta area khusus untuk membawa, menyimpan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan untuk menangani pasien, ruang operasi akan dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu sesuai prosedur kesehatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tindakan medis dapat berlangsung dengan aman dan memenuhi standar pencegahan infeksi. Selain menyiapkan fasilitas sementara, Kemenkes juga mengerahkan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, ke wilayah terdampak.

Para tenaga medis tersebut akan membantu menangani pasien yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, perawatan khusus, maupun tindakan operasi. Melalui dukungan rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan logistik kesehatan, Kemenkes berupaya memastikan masyarakat yang terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat, aman dan sesuai dengan kondisi mereka. *

Penulis: Riska Ayu Kurniati