Pendidikan

Bom Rakitan Meledak Di MAN 3 Padang Gegerkan Publik, Ini Kronologinya!

×

Bom Rakitan Meledak Di MAN 3 Padang Gegerkan Publik, Ini Kronologinya!

Sebarkan artikel ini
suasana di lingkungan MAN 3 Padang, tempat terjadinya insiden ledakan bom rakitan pada 14 Juli 2026, dengan kehadiran petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan
Ledakan terjadi Selasa (14/7/2026) pukul 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka, siswa berusia 17 tahun ditetapkan sebagai terduga pelaku yang diduga belajar merakit bahan peledak dari internet

CAHAYANEGERI.COM – Masyarakat Indonesia dihebohkan akibat adanya ledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Simak di sini kronologi terkait meledaknya bom rakitan tersebut.

Kejadian ledakan dashyat bom rakitan ini terjadi pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di di kawasan sekolah.

Petugas keamanan di MAN 3 Padang kemudian menemukan sebuah benda yang diduga merupakan bom rakitan. Penemuan tersebut segera melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.

“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang,” ungkap Mayndra pada Selasa, 14 Juli 2026.

“Antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut dan beberapa barang lainnya,” tambahnya.

BACA JUGA: Benarkan Kejagung Hentikan Pendataan SPPG Karena Kasus Febrie Adriansyah? Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

BACA JUGA: SD Negeri Sepi Murid Di Sorot Puan Maharani, Pemerintah Harus Lakukan Evaluasi Layanan Pendidikan!

Benda yang ditemukan diduga milik salah seorang siswa di sekolah tersebut. Siswa itu kini ditetapkan sebagai terduga pelaku pembuatan dan pemicu ledakan.

Penemuan ini memicu perhatian publik dan menimbulkan spekulasi mengenai motif di balik tindakan siswa tersebut setelah insiden meledaknya benda di lingkungan MAN 3 Padang.

Mayndra menambahkan bahwa terduga pelaku yang masih remaja berusia 17 tahun, sempat mempelajari cara membuat bahan peledak melalui sumber daring.

Ia menduga remaja itu mungkin meniru peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya di SMAN 72 Jakarta.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” jelas Mayndra. “Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” ungkapnya.

Dulu pernah terjadi juga insiden yang sama di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada 7 November 2025 dan saat itu mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka, mayoritas adalah siswa.

Untuk kasus di MAN 3 Padang, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat ledakan kali ini.

Beredar dugaan bahwa motif pelaku berhubungan dengan pengalaman menjadi korban perundungan di sekolah.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati menyatakan adanya indikasi masalah psikologis pada terduga pelaku.

“Diamankan seorang siswa kelas 12 inisial R yang dipicu masalah psikologis,” jelas Susmelawati pada Selasa 14 Juli 2026.

Susmelawati juga menambahkan bahwa remaja itu dilaporkan sering menjadi sasaran perundungan oleh teman-temannya yang diduga mendorongnya untuk melakukan tindakan merakit bom tersebut.

“Sehingga dia membalas dengan jalan pintas membuat bom dengan ledakan rendah atau low eksplosif,” ungkap Susmelawati. *