Nasional

Adakan Rapat Terbatas Di Hambalang, Ternyata Presiden Prabowo Bahas Ini!

×

Adakan Rapat Terbatas Di Hambalang, Ternyata Presiden Prabowo Bahas Ini!

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Hambalang, Minggu 23 Agustus 2026

CAHAYANEGERI.COM – Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas (ratas) di Hambalang. Kira-kira apa yang dibahas Presiden Prabowo dalam rapat tersebut?

Pada Minggu, 23 Agustus 2026 sore hingga malam, Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di rumah pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Rapat ini difokuskan pada dua isu penting yaitu upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, serta dampak bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya yang turut hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan bahwa pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara serta pejabat tinggi TNI.

BACA JUGA: Gempa NTT: Presiden Prabowo dan Partai Gerindra Kirim Bantuan Untuk Korban!

BACA JUGA: Hadir Di Sidang Tahunan MPR 2026, Inilah Dia Profil Dari 8 Tamu Istimewa Prabowo Subianto!

“Hari Minggu, 23 Agustus 2026, sejak sore sampai dengan malam hari, Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis, bertempat di kediaman Hambalang, Jawa Barat,” kata Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya di Instagram @sekretariat.kabinet pada Minggu, 23 Agustus 2026 semalam.

Dalam sesi terakhir rapat, Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan membahas langkah-langkah lanjutan terkait instruksi penanganan karhutla dan gempa di NTT.

“Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” jelas Teddy.

Langkah tersebut mencakup penambahan 17 unit pesawat water bombing yang akan dikirim ke Kalimantan untuk memperkuat upaya pemadaman api dari udara.

Selain itu, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta peralatan pendukung juga dimobilisasi untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

Upaya lain yang dibahas adalah pengiriman 200 pompa dan pipa sebagai bagian dari strategi pemadaman api bawah tanah di area gambut.

Di sisi lain, pemerintah juga fokus pada proses rekonstruksi serta pemberian bantuan kepada warga NTT yang terdampak gempa.

Saat ini, karhutla masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas area yang terbakar mencapai 72.798 hektare.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Minggu, 23 Agustus 2026 Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar yaitu sekitar 38.310 hektare.

Sementara itu pada Sabtu, 15 Agustus 2026 gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, NTT.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.

Hingga akhir pekan lalu, tercatat lebih dari 5.688 gempa susulan dengan kekuatan bervariasi di mana tertinggi mencapai magnitudo 6,0.

BNPB juga mencatat bahwa korban jiwa akibat gempa utama pada 15 Agustus lalu mencapai 91 orang.

Selain itu, sebanyak 1.286 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. *

Penulis: Riska Ayu Kurniati