CAHAYANEGERI.COM — Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Bengkulu Selatan dan Pulau Enggano terkait munculnya debu yang diduga abu vulkanik. Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pukul 05.30–09.30 WIB hari ini imbas penyebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Dikutip dari koranradarkaur.id, warga Bengkulu Selatan melaporkan lapisan debu menempel di bangunan sejak Sabtu (5/9) malam. Pesan berantai beredar meminta warga memakai masker dan pelindung mata karena disebut abu vulkanik Krakatau telah sampai ke kawasan Manna. Namun, BPBD Bengkulu Selatan menyatakan belum menerima laporan terverifikasi.

Dikutip dari koranrb.id, laporan serupa muncul dari Pulau Enggano. Warga menduga debu yang menempel di teras rumah berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG Bengkulu menyatakan hasil pemantauan pukul 08.00–08.30 WIB di Kota Bengkulu negatif terhadap kandungan abu vulkanik.
BACA JUGA: Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter
BACA JUGA: Erupsi Lagi Pagi Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan ABU Vulkanik 1.600 Meter!
“Tidak terpantau adanya debu vulkanik di Kota Bengkulu,” ujar Anjasman, Prakirawan Cuaca BMKG Bengkulu. Untuk laporan di Enggano, pihaknya menyarankan merujuk pemantauan setempat.
Di Bandara Soekarno-Hatta, penutupan sementara menyebabkan penumpukan penumpang. Sejumlah penerbangan dibatalkan, termasuk rute ke luar negeri. Otoritas bandara mengimbau penumpang tetap tenang.
Pemerintah daerah dan BMKG mengingatkan: abu vulkanik Gunung Krakatau yang sampai ke Bengkulu belum terkonfirmasi resmi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk sumber resmi BMKG, BPBD, serta PVMBG.*






