CAHAYANEGERI.COM – Di media sosial viral video yang memperlihatkan mal-mal memasang pagar tinggi. Sebenarnya apa alasan mal-mal itu memasang pagar tinggi? Benarkah akan ada peristiwa besar?
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) memastikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, sebagai tanggapan atas meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penguatan sistem pengamanan di sejumlah kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kawasan industri dan objek vital nasional baik di Jakarta maupun di daerah lainnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan atau mal.
Isir menegaskan bahwa Polri terus mengutamakan langkah-langkah pencegahan demi memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian nasional dapat berjalan dengan lancar.
BACA JUGA: Kasus Febrie Adriansyah Masih Panas, Pengacara Ungkap Ada Banyak Kejanggalan Penyelidikan!
BACA JUGA: Ajak Anak-anak Promosikan Vape, YouTuber Bigmo Dapat Kecaman dan Dilaporkan ke Polisi!
“Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber,” ungkapnya pada Senin, 3 Agustus 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Langkah antisipatif tersebut diterapkan secara berlapis dengan melibatkan seluruh satuan kewilayahan, mulai dari tingkat Mabes Polri, kepolisian daerah (polda), kepolisian resor (polres) hingga kepolisian sektor (polsek).
Pengamanan ini difokuskan pada kawasan-kawasan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Selain itu, Polri juga terus melakukan pemantauan secara langsung dan real time melalui berbagai sistem yang dimiliki, termasuk Daily Operational Reporting System (DORS).
Sistem ini berfungsi sebagai sarana untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan data dari DORS, kondisi keamanan secara umum dilaporkan terkendali dan tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional maupun aktivitas perekonomian masyarakat.
“Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” ungkapnya.
Isir juga menjelaskan bahwa peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan atau pengelola kawasan usaha merupakan langkah antisipatif yang wajar.
Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan pekerja, melindungi aset perusahaan, serta menjaga kelancaran operasional bisnis.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga sebelumnya sudah menanggapi isu hebohnya pemasangan pagar tinggi di beberapa mal di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar tinggi tersebut tidak ada kaitannya dengan isu keamanan.
Pernyataan ini disampaikan setelah ia melakukan koordinasi dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha, seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). “Oh nggak, nggak ada masalah (keamanan), nggak ada.
Kita dari koordinasi dengan Apindo, dengan APPBI nggak ada masalah kok, nggak ada isu itu,” ungkap Budi pada Jumat, 31 Juli 2026.
Namun, ketika ditanya mengenai alasan pasti di balik pemasangan pagar tersebut, Budi mengaku tidak mengetahui secara detail. Ia kembali menegaskan bahwa pemasangan pagar itu tidak berkaitan dengan isu keamanan atau isu lainnya.
Alphonzus Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sebelumnya juga mengatakan bahwa pemasangan pagar di sejumlah mal bertujuan mengatur arus pengunjung agar keluar-masuk lebih tertib.
Tanpa pagar, ia khawatir pengunjung bisa bebas keluar masuk dari berbagai titik di sekitar mal, yang berpotensi mengganggu dan membahayakan lalu lintas di sekitarnya.
Menurut Alphonzus, langkah ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Banyak mal yang sejak awal dibangun sudah dilengkapi pagar sebagai bagian dari desainnya.
Pagar besi biasanya lebih banyak dipasang pada mal yang terletak di pusat kota, terutama yang berada di jalur atau titik rawan demonstrasi.
Karena itu, Alphonzus menilai pagar tersebut merupakan salah satu upaya pengamanan yang diambil oleh pengelola mal untuk menjaga ketertiban dan keamanan. *






