CAHAYANEGERI.COM – Muncul isu tentang pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Benarkah Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan diganti?
Aris Marsudiyanto yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), akhirnya memberikan tanggapan terkait rumor pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurut sejumlah kabar yang beredar, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah mengirimkan surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bagian dari proses pergantian jabatan tersebut.
Namun, Aris memilih untuk tidak menyangkal maupun memastikan kebenaran isu mengenai surat presiden yang isunya telah sampai di meja parlemen. “Tunggu tanggal waktunya,” ujarnya pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia hanya menekankan bahwa pergantian jabatan di lingkungan pemerintahan adalah hal yang wajar dan sering terjadi dalam dinamika kepemimpinan negara.
BACA JUGA: Ada Penyerahan Uang, KPK Ungkap Pertemuan Bupati Kuansing dengan Menhut Raja Juli Sebanyak 3 Kali!
BACA JUGA: Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Pangandaran, 6 Kereta Api Melakukan Perberhentian Darurat!
“Jabatan di dunia pasti akan diganti, tidak ada yang tidak diganti, kan begitu. Tinggal waktunya tergantung Pak Presiden,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima surat presiden terkait rencana pergantian Kapolri.
“Kagak ada, Kagak ada!,” ungkap Sahroni pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Sahroni memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi mengenai pengiriman surpres tersebut. Menurutnya, jika surat itu benar-benar telah dikirimkan, DPR pasti sudah mengetahuinya. “Belum… enggak ada masalahnya! Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya, pasti gua jawab. Masalahnya belum ada,” katanya.
Ketika ditanya kembali apakah surat tersebut mungkin sudah dikirim tetapi belum dibuka, Sahroni kembali menegaskan bahwa tidak ada surat semacam itu yang diterima oleh DPR. “Enggak lah, enggak… enggak ada!” tegas Sahroni.
Ia juga menambahkan bahwa kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih dinilai baik, sehingga menurutnya belum ada alasan kuat untuk melakukan pergantian jabatan di tengah isu yang sedang beredar. Sahroni, yang merupakan politisi dari Partai NasDem, menjelaskan bahwa isu pergantian Kapolri semakin menguat karena Jenderal Listyo Sigit telah menjabat selama kurang lebih lima tahun.
Namun, ia menekankan bahwa lamanya masa jabatan bukan berarti ada catatan buruk terhadap kinerja sang Kapolri.
“Enggak, Kapolri bagus kok. Cuman kan isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti kan hembusannya kenceng. Wajar, kan beliau udah lima tahun,” ungkap Sahroni.
Menurutnya, dorongan untuk melakukan pergantian adalah hal yang wajar dalam sistem pemerintahan. Ia menilai bahwa ada sejumlah pihak yang menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan setelah masa jabatan yang cukup panjang. *






