Hukum

Alasan Kesehatan, Nanik Sudaryati Deyang Mundur Dari Kepala BGN!

×

Alasan Kesehatan, Nanik Sudaryati Deyang Mundur Dari Kepala BGN!

Sebarkan artikel ini
Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional karena alasan kesehatan
Kepala Badan Gizi Nasional mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri setelah memimpin selama satu setengah bulan

CAHAYANEGERI.COM – Kabar terbaru Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kira-kira apa ya alasan dari mundurnya Nanik Sudaryati Deyang ini?

Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan. Hal ini telah di konfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik mengungkap berbagai masalah internal dan mulai menata sejumlah dasar bagi reformasi.

Langkah nyata yang dilakukan Nanik termasuk mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengelompokkan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu serta menghentikan pembukaan dapur baru di area yang sudah terlalu banyak dapur.

Nanik juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara.

BACA JUGA: Diduga Kebocoran Gas, Ledakan Hebat Terjadi Di Kompleks Grand Polonia Medan!

BACA JUGA: KPK Lakukan OTT Lagi, Bupati Lombok Barat Terjerat Dalam Kasus Ini!

Nanik membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan Program Makan Bergizi (MBG) kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan dan mengajak profesional dari berbagai kementerian serta lembaga untuk terlibat.

Di unggahan terpisah di media sosial, Nanik menjelaskan bahwa pengunduran dirinya bertujuan untuk menjalani pengobatan di luar negeri terkait penyakit jantung dan bahwa ia akan berangkat hari ini.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini pada Rabu, 22 Juli 2026 saya berangkat,” kata Nanik dalam status di akun Facebooknya.

“Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju,” kata Nanik.

Nanik menyatakan telah memberi tahu Presiden tentang keputusannya.

“Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkap Nanik.

Nanik juga menyebutkan kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas BGN ke depan.

Penyelidikan aparat penegak hukum terhadap pimpinan BGN sebelumnya memicu pergantian pucuk pimpinan dengan Nanik diangkat menggantikan Dadan Hindayana.

Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak September 2025.

Menurut pengakuannya, setelah dilantik menjadi kepala, ia merasa jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Ia mengklaim sering tidak diikutkan dalam rapat penting dan pembahasan pengadaan barang yang kini menjadi sorotan penyidikan.

Kasus dugaan korupsi terkuak setelah Kejaksaan Agung menyelidiki kemungkinan penyimpangan dalam tata kelola Program MBG, termasuk dugaan markup pengadaan barang dan penjualan titik SPPG.

Penyidikan sempat menyorot pimpinan BGN saat itu, termasuk Dadan Hindayana yang kemudian digantikan oleh Nanik. *