CAHAYANEGERI.COM– Ada kabar terbaru dari Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Pasalnya, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Ketua Bersama penggalangan dana putaran ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA22) Grup Bank Dunia.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin upaya mencari dukungan kebijakan dan pendanaan untuk negara-negara berpenghasilan rendah.
Penunjukan ini membuatnya berperan penting dalam mendorong dukungan bagi IDA22, baik dari negara donor maupun dari negara penerima pembiayaan.
Sri Mulyani terpilih melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian dan disepakati oleh perwakilan negara donor serta negara peminjam anggota IDA.
Dalam tugas barunya, ia akan memimpin penggalangan dana IDA22 bersama Paschal Donohoe, Direktur Pelaksana sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.
BACA JUGA: Kasus Febrie: Dijadikan Tempat Money Laundry, Kejagung Geledah 4 Perusahaan Don Ritto!
BACA JUGA: Operasi SAR Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Ditutup, Ini Jumlah Penumpang Selamat dan Korban Jiwa!
Sebagai Ketua Bersama Independen, Sri Mulyani akan berupaya memperkuat dukungan dari sisi kebijakan maupun pendanaan selama proses pengisian kembali dana IDA22.
Penggalangan dana ini menjadi salah satu agenda utama Bank Dunia agar pembiayaan pembangunan untuk negara-negara termiskin di dunia tetap berjalan.
Proses pengisian dana IDA dilakukan setiap tiga tahun sebagai cara untuk mengumpulkan komitmen pendanaan baru sekaligus meninjau arah kebijakan IDA.
Sejak siklus IDA18, proses tersebut dipimpin oleh dua ketua bersama, yaitu seorang tokoh independen yang punya pengalaman dalam pembiayaan pembangunan multilateral dan seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.
Penunjukan Sri Mulyani juga dinilai sesuai dengan pengalaman panjangnya di bidang keuangan pembangunan.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia dan juga pernah menjadi Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Operasional Bank Dunia.
Saat ini, Sri Mulyani tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di Universitas Oxford dan pernah masuk daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
IDA sendiri adalah lembaga di bawah Grup Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan lunak bagi negara-negara berpenghasilan rendah, melalui pinjaman berbunga rendah dan hibah.
Dana ini dipakai untuk berbagai program pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dollar AS untuk investasi di 115 negara.
Siklus pengisian dana IDA22 akan dimulai secara resmi pada Pertemuan Tinjauan Jangka Menengah di Tashkent, Uzbekistan pada Desember 2026, sedangkan pertemuan final untuk penetapan komitmen pendanaan dijadwalkan pada Desember 2027.
Hasilnya akan menentukan besarnya pembiayaan yang bisa diberikan kepada 78 negara berpenghasilan rendah hingga 2031. *
Penulis: Riska Ayu Kurniati

