Nasional

Sidang MPR 2026 Hanya Putar Lagu Nasional, Demi Hindari Aksi DPR Joget!

×

Sidang MPR 2026 Hanya Putar Lagu Nasional, Demi Hindari Aksi DPR Joget!

Sebarkan artikel ini
Sidang MPR 2026 hanya putar lagu nasional untuk mencegah anggota DPR joget
Panitia sidang MPR 2026 putar lagu nasional saja demi mencegah terulangnya aksi joget anggota DPR yang sempat memicu kemarahan rakyat tahun lalu

CAHAYANEGERI.COM– Masih ingatkah tentang kejadian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang joget-joget saat Sidang Tahunan MPR di tahun 2025 yang menuai amarah rakyat.

Nah untuk menghindari hal tersebut terulang lagi, panitia penyelenggara melakukan evaluasi tentang acara ini.

Panitia penyelenggara Sidang Tahunan MPR 2026 menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap penggunaan musik selama acara.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya aksi berjoget dari para peserta sidang seperti yang terjadi pada agenda kenegaraan sebelumnya.

Sidang Tahunan MPR sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026.

Kepala Biro Protokol, Humas dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali muncul dan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat.

BACA JUGA: Rugikan Negara Rp 3,6 Miliar, Mantan Ketua DPRD Ponorogo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan Rumah!

BACA JUGA: Terlibat Kasus Pengeroyokan, Anggota DPRD Di Bekasi Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka!

“Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan [putar lagu-lagu memancing joget], gitu, sebenarnya, bukan ya, memang karena lagunya itu ya yang membawa, tapi kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi,” ungkap Mahyu pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurutnya, pemilihan lagu selama acara akan dilakukan secara lebih selektif agar suasana sidang tetap sesuai dengan sifatnya sebagai kegiatan kenegaraan.

Mahyu menjelaskan, lagu yang diputar nantinya akan lebih banyak berupa lagu nasional dan lagu daerah.

Meski demikian, musik tersebut hanya akan diperdengarkan di luar rangkaian utama acara atau di luar rundown resmi yang telah ditetapkan oleh panitia.

Panitia juga berupaya memastikan seluruh rangkaian Sidang Tahunan MPR berjalan dengan tertib, khidmat dan mencerminkan penghormatan terhadap agenda kenegaraan.

Selain mengatur penggunaan musik, panitia menyiapkan dekorasi gedung dengan konsep yang lebih sederhana agar suasana acara tidak terkesan berlebihan.

Mahyu berharap pelaksanaan Sidang Tahunan MPR tahun ini dapat berlangsung lancar dan tetap menjadi salah satu agenda kenegaraan terbaik.

Ia menilai kesederhanaan dalam dekorasi dan pengaturan acara diharapkan dapat membuat perhatian peserta lebih terarah pada agenda utama sidang. Hal senada disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Ia menyebut Sidang Tahunan MPR 2026 akan diupayakan berlangsung lebih khidmat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Puan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan introspeksi dan berkomitmen untuk lebih menjaga sikap serta berkonsentrasi mengikuti seluruh rangkaian agenda kenegaraan.

“Jadi insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” kata Puan.

Meski demikian, Puan menilai masyarakat harus berbahagia merayakan dan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kebahagiaan.

Terlebih, Indonesia akan memperingati usia kemerdekaan yang ke-81 pada tahun ini.

Terkait aksi berjoget yang terjadi dalam Sidang Tahunan MPR 2025, Puan menjelaskan bahwa hal tersebut berlangsung secara spontan karena peserta terbawa suasana perayaan.

Namun, ia menegaskan bahwa para peserta sidang pada saat itu tetap mengikuti agenda utama, termasuk sidang dan pidato Presiden dengan penuh perhatian.

Sebelumnya, aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD sempat menjadi sorotan luas.

Ratusan anggota legislatif terlihat berjoget mengikuti alunan lagu daerah “Sajojo” dan “Fa Mi Re” pada sesi penutupan sidang yang berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan kritik dari masyarakat, terlebih setelah muncul pernyataan yang dianggap kontroversial, termasuk ucapan “rakyat tolol”.

Dampak dari polemik tersebut, lima anggota DPR dinonaktifkan.

Mereka adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dari Fraksi Golkar, serta Surya Utama atau Uya Kuya dan Eko Patrio dari Fraksi PAN.

Namun saat ini kelima anggota DPR tersebut sudah aktif kembali.*

Penulis: Riska Ayu Kurniati