Nasional

Karhutla Belum Mereda, TNI AU Pakai Metode Water Boombing Untuk Padamkan Api!

×

Karhutla Belum Mereda, TNI AU Pakai Metode Water Boombing Untuk Padamkan Api!

Sebarkan artikel ini
Pesawat TNI AU lakukan pengejaran air atau water boombing untuk memadamkan api karhutla
TNI AU gunakan pesawat lakukan metode water boombing dalam upaya pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

CAHAYANEGERI.COM – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Salah satu caranya dengan menggunakan metode water boombing yang dilakukan oleh TNI AU.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menyampaikan bahwa TNI AU menurunkan sejumlah pesawat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya membantu pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pesawat untuk modifikasi cuaca serta dukungan operasi penerbangan untuk pemadaman titik api dari udara menggunakan metode water bombing,” jelasnya pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Hilman menjelaskan, penanganan karhutla di lapangan dilakukan melalui kerja sama antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai instansi terkait lainnya.

BACA JUGA: 72 Pelaku Karhutla Di Kalimantan dan Sumatera Diamankan, Presiden Prabowo Minta Ditindak Tegas!

BACA JUGA: Atasi Karhutla Di Kalimantan, Pemerintah Kerahkan 5 Pesawat TNI AU!

Seluruh unsur tersebut bekerja bersama untuk memantau titik api, melaksanakan pemadaman dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain. Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi, komunikasi dan kerja sama yang baik antara seluruh unsur yang terlibat.

Personel yang bertugas di lapangan juga diminta untuk mengutamakan keselamatan, bertindak cepat, serta menerapkan strategi pemadaman yang tepat dan efektif.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 23 Agustus 2026 terdapat 696 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagian besar titik panas tersebut berada pada tingkat intensitas api dan risiko karhutla yang tinggi.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, Fitma Surya Arghani, menjelaskan bahwa dari total 696 titik panas tersebut, sebanyak 45 titik berada dalam kategori rendah.

Sementara itu, 622 titik termasuk kategori sedang dan 29 titik lainnya berada dalam kategori tinggi.

Hasil pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru melalui evaluasi Fire Weather Index (FWI) juga menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan berada dalam indikator risiko tinggi.

Kondisi tersebut ditandai dengan zona merah yang menunjukkan potensi intensitas api dan bahaya kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar.

Selain mendukung upaya pemadaman di Kalimantan Selatan, TNI AU juga mengerahkan personelnya untuk menangani karhutla di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Pemadaman juga dilakukan dengan menggunakan metode water bombing yaitu menjatuhkan air dari udara menggunakan helikopter ke lokasi yang terbakar.

Operasi tersebut dilaksanakan oleh jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa upaya pemadaman diawali dengan patroli udara di sejumlah wilayah yang diduga memiliki titik api.

“Titik-titik api tersebut selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap melalui upaya pemadaman,” kata Nyoman.

Melalui patroli tersebut, petugas dapat mengidentifikasi lokasi kebakaran serta menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.

Setelah titik api ditemukan, helikopter dikerahkan untuk melakukan penyiraman dari udara menggunakan metode water bombing.

Nyoman mengatakan, TNI AU menjalankan operasi tersebut dengan melibatkan berbagai pihak.

Kerja sama dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, BMKG, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait di daerah.

Hingga kini, helikopter TNI AU masih disiagakan di beberapa lokasi untuk membantu memadamkan kebakaran.

Helikopter tersebut akan tetap berada dalam status siaga sampai seluruh titik api berhasil dikendalikan dan penanganan karhutla dinyatakan selesai.*

Penulis: Riska Ayu Kurniati