<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abu vulkanik - CAHAYA NEGERI</title>
	<atom:link href="https://cahayanegeri.com/tag/abu-vulkanik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cahayanegeri.com/tag/abu-vulkanik/</link>
	<description>Portal Berita Terupdate</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 05:05:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://cahayanegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-logo-cn-com-32x32.png</url>
	<title>Abu vulkanik - CAHAYA NEGERI</title>
	<link>https://cahayanegeri.com/tag/abu-vulkanik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sempat Ditutup Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta, Halim dan Husein Kembali Dibuka!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/sempat-ditutup-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-halim-dan-husein-kembali-dibuka/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/sempat-ditutup-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-halim-dan-husein-kembali-dibuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:05:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[bandara tutup]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Halim]]></category>
		<category><![CDATA[Husein]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno-Hatta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1505</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM– Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah bandara...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/sempat-ditutup-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-halim-dan-husein-kembali-dibuka/">Sempat Ditutup Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta, Halim dan Husein Kembali Dibuka!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong>– Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah bandara di Indonesia ditutup sementara. Pada Selasa, 8 September 2026 dini hari aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara kembali dibuka secara bertahap.</p>
<p>Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengumumkan bahwa operasional bandara di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta dibuka kembali mulai Selasa, 8 September pada dini hari. &#8220;Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali,&#8221; ungkap Dudy pada 8 September 2026.</p>
<p>&#8220;Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,&#8221; jelas Dudy.</p>
<p>Keputusan ini diambil setelah pihak berwenang di bidang penerbangan dan pengelola bandara melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi ruang udara serta berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan selama penerbangan beroperasi. Meski demikian, tidak semua bandara langsung dibuka sepenuhnya.</p>
<p>Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih dalam tahap menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum dapat beroperasi kembali. Pembukaan kembali sejumlah bandara harus benar-benar memastikan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1502&amp;action=edit">Menkes: Jangan Keluar Rumah, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bagi Kesehatan!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1478&amp;action=edit">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a></strong></p>
<p>Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan seiring dengan dibukanya kembali bandara-bandara tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan adalah Otoritas Bandara bekerja sama dengan pihak maskapai penerbangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh armada pesawat yang akan digunakan.</p>
<p>Selanjutnya, para pilot dan kru yang bertugas dalam operasional penerbangan diwajibkan untuk memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan restricted polygon. Restricted polygon sendiri merupakan area udara yang berbentuk poligon atau memiliki banyak sudut, yang dibatasi atau bahkan dilarang untuk dilalui oleh pesawat karena di wilayah tersebut terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik.</p>
<p>Sebelumnya, sebaran abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan gangguan pada ruang udara dan operasional sejumlah bandara sejak Sabtu, 5 September 2026 hingga Senin, 7 September 2026. Dampak dari kondisi ini membuat delapan bandara harus ditutup sementara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas dan Atung Bungsu.</p>
<p>Namun, berdasarkan pembaruan terbaru mengenai kondisi operasional, Bandara Atung Bungsu yang terletak di Pagar Alam, Sumatera Selatan, sudah kembali berfungsi kembali secara normal sejak Senin, 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Menteri Perhubungan Dudy juga meminta agar seluruh maskapai penerbangan terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, serta instansi terkait lainnya. Hal ini penting agar setiap kegiatan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman dan tanpa risiko yang membahayakan. *</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/sempat-ditutup-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-halim-dan-husein-kembali-dibuka/">Sempat Ditutup Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta, Halim dan Husein Kembali Dibuka!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/sempat-ditutup-karena-erupsi-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-halim-dan-husein-kembali-dibuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes: Jangan Keluar Rumah, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bagi Kesehatan!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/menkes-jangan-keluar-rumah-ini-bahaya-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bagi-kesehatan/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/menkes-jangan-keluar-rumah-ini-bahaya-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bagi-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:59:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi keluar]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi Gunadi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Tetap di rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1502</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/menkes-jangan-keluar-rumah-ini-bahaya-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bagi-kesehatan/">Menkes: Jangan Keluar Rumah, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bagi Kesehatan!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat mewaspadai gangguan kesehatan yang dapat muncul karena abu vulkanik.</p>
<p>Budi mengingatkan warga agar sebisa mungkin tetap di dalam rumah dan menghindari aktivitas di luar jika tidak benar-benar penting. Namun, jika memang harus keluar, ia menyarankan masyarakat memakai masker dan kacamata untuk melindungi diri dari abu vulkanik.</p>
<p>Imbauan itu disampaikan Budi lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram @bgsadikin pada Minggu, 6 September 2026. Dalam video tersebut, ia meminta masyarakat tidak panik, tetapi lebih baik memilih tetap berada di rumah kecuali ada keperluan yang sangat mendesak.</p>
<p>Tujuannya untuk menekan risiko partikel abu vulkanik masuk ke saluran pernapasan saat beraktivitas di luar. &#8220;Kalau bisa tinggal di rumah saja, tidak usah keluar-keluar sehingga tidak ada udara kotor yang masuk ke pernapasan kita. Kalau pun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95,&#8221; ungkapnya pada Minggu, 6 September 2026..</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1481&amp;action=edit">Inilah Dia 4 Gunung Yang Erupsi Pada 6 September 2026, Anak Krakatau Salah Satunya!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1478&amp;action=edit">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a></strong></p>
<p>Jika masker KN95 tidak tersedia, Budi tetap menyarankan warga menggunakan jenis masker apa pun yang ada. Bahkan ketika terpaksa keluar tanpa masker, masyarakat diminta setidaknya menutup hidung dan mulut dengan kain atau benda lain sebagai perlindungan minimal. Selain melindungi saluran napas, perlindungan mata juga ditekankan karena abu vulkanik bisa memicu iritasi dan gangguan pada mata.</p>
<p>&#8220;Kedua, kita juga harus melindungi mata kita. Abu ini ada partikel-partikel kecilnya yang bisa membuat mata kita jadi terganggu. Oleh karena itu, kalau yang punya kacamata, pakailah kacamata kalau kita harus keluar. Jangan biarkan kita tidak lindungi mata kita,&#8221; jelas Budi.</p>
<p>Budi juga memberi perhatian khusus pada cara membersihkan abu yang menempel di rumah atau lingkungan sekitar. Ia mengingatkan agar abu tidak langsung disapu saat masih kering.</p>
<p>Menyapu abu dalam kondisi kering justru berisiko membuat partikelnya kembali beterbangan di udara, lalu terhirup oleh orang di sekitar. Sebagai solusi, abu vulkanik yang masih tipis disarankan dibasahi dulu dengan sedikit air sebelum dibersihkan.</p>
<p>Langkah sederhana ini penting karena abu yang kembali beterbangan dapat meningkatkan paparan terhadap saluran pernapasan dan berpotensi memicu masalah kesehatan. Selain imbauan langsung dari Budi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.</p>
<p>Dalam surat edaran itu, Kemenkes menjabarkan berbagai gangguan kesehatan dan risiko yang bisa muncul akibat paparan abu vulkanik. Berikut beberapa di antaranya:</p>
<p>&#8211; Gangguan saluran pernapasan</p>
<p>Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada hingga sesak napas. Kondisi ini bisa lebih parah pada penderita asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronis, penyakit paru lainnya serta penyakit jantung.</p>
<p>&#8211; Gangguan pada mata</p>
<p>Partikel abu berisiko membuat mata merah, perih, berair, gatal, terasa seperti ada benda asing bahkan berpotensi menyebabkan abrasi kornea akibat gesekan partikel abu.</p>
<p>&#8211; Gangguan pada kulit</p>
<p>Paparan abu dapat memicu iritasi kulit, kemerahan dan gatal-gatal. Pada orang yang sudah memiliki penyakit kulit tertentu, kondisi tersebut bisa semakin memburuk.</p>
<p>&#8211; Kontaminasi air dan pangan</p>
<p>Abu vulkanik berpotensi mencemari sumber air terbuka, tempat penampungan air, serta bahan makanan yang tidak terlindungi dengan baik.</p>
<p>&#8211; Risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas</p>
<p>Sebaran abu dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan lebih licin, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan cedera.</p>
<p>Melalui surat edaran yang sama, Kemenkes juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah berisiko untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Beberapa langkah yang perlu disiapkan antara lain pengaturan layanan kesehatan selama 24 jam, ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai serta kesiapan logistik kesehatan seperti masker dan kebutuhan medis lainnya.</p>
<p>Dengan meningkatnya potensi paparan abu vulkanik, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan menerapkan langkah-langkah perlindungan yang dianjurkan. Tujuannya agar risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik dapat ditekan seminimal mungkin.*</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/menkes-jangan-keluar-rumah-ini-bahaya-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bagi-kesehatan/">Menkes: Jangan Keluar Rumah, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bagi Kesehatan!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/menkes-jangan-keluar-rumah-ini-bahaya-abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 04:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Jarak Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[PJJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1478</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) menerapkan sistem...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PPJ imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Simak di sini daerah mana saja yang menerapkan PPJ!</p>
<p>Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu malam, 5 September 2026, yang memuntahkan lava pijar dan berstatus Level III (Siaga) mendorong sejumlah pemerintah daerah di sekitar Selat Sunda mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026.</p>
<p>Langkah ini dilakukan demi melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta guru dari paparan abu vulkanik. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu pernapasan dan aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak dan tenaga pendidik yang beraktivitas di sekolah.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, beberapa pemerintah daerah mengambil kebijakan sementara untuk mengganti pembelajaran tatap muka dengan PJJ, dengan durasi dan cakupan yang berbeda-beda tergantung tingkat paparan abu di masing-masing wilayah. Berikut adalah daerah yang menerapkan PJJ imbas erupsi Gunung Anak Krakatau:</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1470&amp;action=edit">Erupsi Gunung Anak Krakatau: Mendagri Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan, ASN Boleh WFH Hingga 100%!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1467&amp;action=edit">Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Yang Terdampak Terapkan Kuliah Daring!</a></strong></p>
<p>1. DKI Jakarta</p>
<p>DKI Jakarta menerapkan PJJ mulai Senin, 7 September 2026, berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik. Kebijakan ini bersifat wajib bagi satuan pendidikan yang tercantum dalam surat edaran, mencakup sekolah negeri maupun swasta dan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.</p>
<p>Untuk madrasah, koordinasi pembelajaran dari rumah dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama. Pemprov DKI menekankan bahwa PJJ bukan berarti libur, proses belajar tetap berjalan dari rumah dengan penyesuaian kondisi peserta didik, sementara sekolah diminta memantau kegiatan belajar, mendampingi siswa dan menyiapkan alternatif jika muncul kendala teknis.</p>
<p>2. Banten</p>
<p>Pemerintah Provinsi Banten juga mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi PJJ khusus untuk jenjang SMA, SMK dan SKh selama tiga hari, yaitu Senin 7 hingga Rabu 9 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah kesiapsiagaan mengingat status Gunung Anak Krakatau yang masih Siaga (Level III) dan adanya sebaran abu vulkanik yang menjadi pertimbangan utama.</p>
<p>Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kualitas udara dan menentukan kebijakan lanjutan sesuai kondisi lapangan.</p>
<p>3. Lampung<br />
Lampung menerapkan PJJ sebagai antisipasi sebaran abu vulkanik, berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Pembelajaran dari rumah dilaksanakan selama dua hari, Senin 7 hingga Selasa 8 September 2026.</p>
<p>Selama PJJ, guru dan kepala satuan pendidikan tetap bertugas dan sekolah diminta memastikan materi tersampaikan melalui platform digital yang tersedia. Pemprov Lampung mengimbau siswa, guru dan orang tua mengurangi aktivitas di luar rumah selama wilayah terdampak abu vulkanik. Bbagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.</p>
<p>4. Pandeglang</p>
<p>Kabupaten Pandeglang menerapkan PJJ sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khusus untuk jenjang PAUD, SD dan SMP. Kebijakan ini berlangsung selama tiga hari yaitu 7–9 September 2026, dengan tujuan menjaga keselamatan dan kesehatan warga sekolah selama kondisi terdampak abu vulkanik.</p>
<p>Satuan pendidikan diminta melakukan pendampingan dan pemantauan selama proses belajar dari rumah, serta menyiapkan alternatif pembelajaran jika terdapat kendala dalam pelaksanaan PJJ.</p>
<p>5. Kota Serang</p>
<p>Kota Serang mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi PJJ atau belajar dari rumah, namun hanya berlaku selama satu hari, yaitu Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diberlakukan untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.</p>
<p>Pemerintah daerah menyebut keputusan tersebut sebagai langkah menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta warga sekolah.</p>
<p>6. Jawa Barat</p>
<p>Tidak seperti DKI Jakarta, Banten, Lampung dan sejumlah daerah di Banten, Jawa Barat mengambil langkah dengan tidak memberlakukan PJJ secara seragam di semua daerah. Gubernur Jawa Barat memberikan wewenang kepada sekolah-sekolah yang berada di lokasi terdampak sebaran abu vulkanik untuk beralih ke pembelajaran daring mulai Senin, 7 September 2026.</p>
<p>Wilayah Bogor dan Sukabumi menjadi dua daerah yang disebut memerlukan perhatian khusus karena tingkat sebaran abu vulkanik di kawasan tersebut dinilai lebih tinggi daripada wilayah lainnya. Kendati demikian, kebijakan ini tidak hanya terbatas pada Bogor dan Sukabumi saja, melainkan juga membuka peluang bagi sekolah di daerah lain di Jawa Barat untuk menerapkan PJJ jika kondisi abu vulkanik di tempat mereka dianggap sudah cukup mengkhawatirkan.</p>
<p>Dengan pola seperti ini, penerapan PJJ di Jawa Barat bersifat situasional, artinya kepala sekolah dapat memutuskan apakah pembelajaran dilakukan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, tingkat keamanan serta aspek kesehatan dan keselamatan bagi seluruh peserta didik. *</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Yang Terdampak Terapkan Kuliah Daring!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/erupsi-gunung-anak-krakatau-kemendiktisaintek-imbau-kampus-yang-terdampak-terapkan-kuliah-daring/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/erupsi-gunung-anak-krakatau-kemendiktisaintek-imbau-kampus-yang-terdampak-terapkan-kuliah-daring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 04:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendiktisaintek]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Daring]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1467</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berimbas...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/erupsi-gunung-anak-krakatau-kemendiktisaintek-imbau-kampus-yang-terdampak-terapkan-kuliah-daring/">Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Yang Terdampak Terapkan Kuliah Daring!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berimbas pada aktivitas perguruan tinggi. Perguruan tinggi atau kampus yang terkena dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau dihimbau untuk melakukan perkuliahan secara daring.</p>
<p>Wakil Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta perguruan tinggi yang berada di wilayah terdampak letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) untuk segera menyesuaikan kegiatan akademik dan layanan administrasi dengan beralih ke sistem daring (online) atau hybrid demi mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.</p>
<p>Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk prioritas utama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan mahasiswa, dosen serta seluruh tenaga kependidikan di lingkungan kampus. &#8220;Kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika,&#8221; ungkap Fauzan pada Minggu, 6 September 2026.</p>
<p>Berdasarkan koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di daerah terdampak, sejauh ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan dan fasilitas fisik kampus. Namun, karena sebaran debu vulkanik cukup luas, kegiatan yang melibatkan pertemuan langsung tetap perlu dibatasi untuk mencegah potensi gangguan pernapasan dan iritasi akibat partikel tajam pada abu vulkanik.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1463&amp;action=edit">Abu Vulkanik Diduga Sampai Bengkulu, BMKG Belum Konfirmasi</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1317&amp;action=edit">Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter</a></strong></p>
<p>&#8220;Aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik lainnya dapat dilakukan secara daring, hybrid, atau cara yang dianggap lebih efektif untuk mengurangi paparan debu erupsi,&#8221; jelas Fauzan.</p>
<p>Setiap pimpinan perguruan tinggi diinstruksikan untuk segera membentuk dan mengaktifkan posko siaga bencana di kampus masing-masing. Posko ini bertugas membangun komunikasi intensif serta berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar respons terhadap situasi darurat dapat berjalan lebih terarah dan cepat.</p>
<p>Selain penyesuaian internal di lingkungan kampus, Kemdiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi untuk melibatkan para akademisi dan ahli dalam upaya penanganan dampak bencana di masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas penanganan di lapangan dengan dukungan keilmuan dan riset dari dunia pendidikan tinggi.</p>
<p>Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi cukup besar sejak Jumat, 4 September 2026 malam hingga Minggu, 6 September 2026 sehingga sejumlah daerah seperti Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta terpapar abu vulkanik.</p>
<p>Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik terbagi menjadi dua arah utama, yaitu:</p>
<p>&#8211; Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat beserta perairan di sekitarnya.</p>
<p>&#8211; Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah Bengkulu–Lampung–Banten. *</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/erupsi-gunung-anak-krakatau-kemendiktisaintek-imbau-kampus-yang-terdampak-terapkan-kuliah-daring/">Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Yang Terdampak Terapkan Kuliah Daring!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/erupsi-gunung-anak-krakatau-kemendiktisaintek-imbau-kampus-yang-terdampak-terapkan-kuliah-daring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abu Vulkanik Diduga Sampai Bengkulu, BMKG Belum Konfirmasi</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/abu-vulkanik-diduga-sampai-bengkulu-bmkg-belum-konfirmasi/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/abu-vulkanik-diduga-sampai-bengkulu-bmkg-belum-konfirmasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 04:27:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Soekarno-Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Enggano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1463</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM — Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/abu-vulkanik-diduga-sampai-bengkulu-bmkg-belum-konfirmasi/">Abu Vulkanik Diduga Sampai Bengkulu, BMKG Belum Konfirmasi</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> — Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran warga di sejumlah wilayah Bengkulu Selatan dan Pulau Enggano terkait munculnya debu yang diduga abu vulkanik. Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pukul 05.30–09.30 WIB hari ini imbas penyebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.</p>
<p>Dikutip dari koranradarkaur.id, warga Bengkulu Selatan melaporkan lapisan debu menempel di bangunan sejak Sabtu (5/9) malam. Pesan berantai beredar meminta warga memakai masker dan pelindung mata karena disebut abu vulkanik Krakatau telah sampai ke kawasan Manna. Namun, BPBD Bengkulu Selatan menyatakan belum menerima laporan terverifikasi.</p>
<figure id="attachment_1464" aria-describedby="caption-attachment-1464" style="width: 822px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-1464" src="https://cahayanegeri.com/wp-content/uploads/2026/09/abu-180x130.webp" alt="" width="822" height="489" /><figcaption id="caption-attachment-1464" class="wp-caption-text">Debu yang tiba tiba berserakan di teras rumah warga Pulau Enggano diyakini warga merupakan abu vulkanik gunung anak Krakatau yang diterbangkan angin</figcaption></figure>
<p>Dikutip dari koranrb.id, laporan serupa muncul dari Pulau Enggano. Warga menduga debu yang menempel di teras rumah berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG Bengkulu menyatakan hasil pemantauan pukul 08.00–08.30 WIB di Kota Bengkulu negatif terhadap kandungan abu vulkanik.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1317&amp;action=edit">Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=377&amp;action=edit">Erupsi Lagi Pagi Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan ABU Vulkanik 1.600 Meter!</a></strong></p>
<p>“Tidak terpantau adanya debu vulkanik di Kota Bengkulu,” ujar Anjasman, Prakirawan Cuaca BMKG Bengkulu. Untuk laporan di Enggano, pihaknya menyarankan merujuk pemantauan setempat.</p>
<p>Di Bandara Soekarno-Hatta, penutupan sementara menyebabkan penumpukan penumpang. Sejumlah penerbangan dibatalkan, termasuk rute ke luar negeri. Otoritas bandara mengimbau penumpang tetap tenang.</p>
<p>Pemerintah daerah dan BMKG mengingatkan: abu vulkanik Gunung Krakatau yang sampai ke Bengkulu belum terkonfirmasi resmi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk sumber resmi BMKG, BPBD, serta PVMBG.*</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/abu-vulkanik-diduga-sampai-bengkulu-bmkg-belum-konfirmasi/">Abu Vulkanik Diduga Sampai Bengkulu, BMKG Belum Konfirmasi</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/abu-vulkanik-diduga-sampai-bengkulu-bmkg-belum-konfirmasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/gunung-sinabung-erupsi-kolom-abu-mencapai-3-500-meter/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/gunung-sinabung-erupsi-kolom-abu-mencapai-3-500-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 04:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi gunung berapi]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi warga]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Sinabung]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Karo]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1317</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM– Pada Senin, 31 Agustus 2026 pada pukul...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/gunung-sinabung-erupsi-kolom-abu-mencapai-3-500-meter/">Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong>– Pada Senin, 31 Agustus 2026 pada pukul 10.17 WIB Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengalami erupsi. Gunung Sinabung erupsi meluncurkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak.</p>
<p>Letusan Gunung Sinabung ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga 3.500 meter di atas puncak gunung. Peristiwa ini menandai berakhirnya masa tenang gunung tersebut, mengingat erupsi terakhir kali terjadi pada tahun 2022.</p>
<p>Menyusul erupsi tersebut, Badan Geologi melalui laporan khususnya memutuskan untuk menaikkan status Gunung Sinabung. Sebelumnya berada pada Level II atau Waspada, kini statusnya dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.</p>
<p>Keputusan ini mulai berlaku pada pukul 12.30 WIB di hari yang sama, sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas vulkanik yang terdeteksi. Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga, pemerintah daerah melalui BPBD Sumatera Utara menyiapkan rencana pengosongan dua desa yang berada di zona rawan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1228&amp;action=edit">Cek Pengungsi dan Penanganan Gempa, Presiden Prabowo Akan Melakukan Kunjungan Ke NTT!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1216&amp;action=edit">Bantu Korban Gempa NTT, ASN dan Warga Sumbar Kirim Makanan Lezat Rendang 2,2 Ton!</a></strong></p>
<p>Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang akan dikosongkan untuk menghindari risiko bahaya dari erupsi Gunung Sinabung. &#8220;Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi malam, rencana hari ini warga dievakuasi. Desa Payung dan Desa Kuta Tengah jaraknya cukup dekat dengan Gunung Sinabung. Sehingga desa itu harus dikosongkan,&#8221; ungkap Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni pada Selasa, 1 September 2026.</p>
<p>Rencana evakuasi ini melibatkan ribuan jiwa yang tinggal di kedua desa tersebut. Di Desa Payung, tercatat sebanyak 2.051 penduduk yang akan dipindahkan ke Desa Batukarang.</p>
<p>Sementara itu, warga Desa Kuta Tengah yang berjumlah 400 jiwa akan dievakuasi ke Desa Sukatepu. Dengan demikian, total ada 2.451 orang yang akan dievakuasi.</p>
<p>Untuk menampung para pengungsi, pihak berwenang telah menyiapkan tenda-tenda darurat. Tenda-tenda ini disediakan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan selama masa pengungsian berlangsung. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa lama para warga harus tinggal di lokasi pengungsian tersebut, karena hal ini bergantung pada perkembangan aktivitas gunung berapi.</p>
<p>Kita lihat situasi Gunung Sinabung. Apa kata PVMBG lah, kan? Untuk evakuasi dibantu TNI dan Polri karena itu kan di dalam TRC multisektor,&#8221; kata Sri.</p>
<p>Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan bahwa erupsi yang terjadi ini kemungkinan besar masih merupakan erupsi awal. Ada potensi bahwa gunung tersebut dapat mengalami erupsi yang lebih besar. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan mereka.</p>
<p>&#8220;Sebelum terjadinya erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terekam rentetan gempa yaitu 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan dan 1 kali tremor harmonik,&#8221; jelas Berton. Selain itu, warga juga dihimbau untuk mengikuti seluruh rekomendasi dan arahan yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kepatuhan terhadap arahan ini sangat penting untuk memastikan keselamatan semua pihak. *</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/gunung-sinabung-erupsi-kolom-abu-mencapai-3-500-meter/">Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Mencapai 3.500 Meter</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/gunung-sinabung-erupsi-kolom-abu-mencapai-3-500-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Lagi Pagi Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan ABU Vulkanik 1.600 Meter!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/erupsi-lagi-pagi-ini-gunung-lewotobi-laki-laki-semburkan-abu-vulkanik-1-600-meter/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/erupsi-lagi-pagi-ini-gunung-lewotobi-laki-laki-semburkan-abu-vulkanik-1-600-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 05:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=377</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/erupsi-lagi-pagi-ini-gunung-lewotobi-laki-laki-semburkan-abu-vulkanik-1-600-meter/">Erupsi Lagi Pagi Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan ABU Vulkanik 1.600 Meter!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 09.38 WITA Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi. Pada pagi ini, pada tanggal 20 Juli 2026 pada pukul 07.03 Gunung Lewotobi Laki-Laki juga kembali mengalami erupsi.</p>
<p>Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 09.38 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau kira-kira 2.584 meter di atas permukaan laut.</p>
<p>Pada Jumat, 17 Juli 2026 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama pejabat Forkopimda Kabupaten Flores Timur mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena.</p>
<p>Kunjungan itu bertujuan memantau proses pemulihan jangka panjang dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan, aspirasi serta memberi solusi bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang tinggal di Huntara.</p>
<p>Pemerintah pusat dan daerah merespons cepat permintaan warga Kabupaten Flores Timur yang ingin segera pindah dari Huntara ke Hunian Tetap (Huntap).</p>
<p>Dalam pertemuan antara Kepala BNPB, Forkopimda Flores Timur dan masyarakat, Wakil Bupati menetapkan tiga lokasi relokasi dan menyetujui percepatan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk usulan penambahan 238 unit Huntap mandiri.</p>
<p>Karena hasil awal ini positif, masyarakat mengusulkan penambahan 238 unit Huntap mandiri.</p>
<p>Pembangunan tambahan tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan kompleks Huntap utama yang ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.</p>
<p>Nah pada hari ini, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 07.03 WITA.</p>
<p>Untuk erupsi yang terjadi pada hari ini, PVMBG mencatat tinggi abu mencapai sekitar 1.600 meter di atas puncak atau sekitar 3.184 meter di atas permukaan laut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,5 mm dan durasi ±2 menit 45 detik,&#8221; tulis PVMBG pada Senin, 20 Juli 2026</p></blockquote>
<p>Saat ini status gunung dinaikkan menjadi Level III (Siaga) dan masyarakat serta pengunjung dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi.</p>
<p>PVMBG mengimbau warga tetap tenang, mengikuti instruksi pemerintah daerah dan tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya.</p>
<p>Warga di sekitar gunung juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak, khususnya bila hujan lebat, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote. *</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/erupsi-lagi-pagi-ini-gunung-lewotobi-laki-laki-semburkan-abu-vulkanik-1-600-meter/">Erupsi Lagi Pagi Ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan ABU Vulkanik 1.600 Meter!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/erupsi-lagi-pagi-ini-gunung-lewotobi-laki-laki-semburkan-abu-vulkanik-1-600-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
