Otomotif

Perlu Diperhatikan, Ciri-ciri Transmisi Matic Mobil Bekas Mulai Rusak

×

Perlu Diperhatikan, Ciri-ciri Transmisi Matic Mobil Bekas Mulai Rusak

Sebarkan artikel ini
Agar tidak menyebar luas, cek ciri-ciri transmisi matic mobil bekas sudah mulai rusak
Agar tidak menyebar luas, cek ciri-ciri transmisi matic mobil bekas sudah mulai rusak

CAHAYANEGERI.COM – Anda memiliki rencana untuk membeli mobil matic bekas tetapi khawatir mendapatkan kendaraan dengan kondisi transmisi yang bermasalah? Untuk itu, perlu memperhatikan apa saja ciri-ciri transimi matic mobil bekas mulai rusak.

Dengan mengenali tanda-tanda transmisi otomatis pada mobil bekas yang mulai mengalami kerusakan penting dilakukan agar Anda tidak menanggung biaya perbaikan terlau besar. Masalah pada sistem transimisi otomatis membutuhkan biaya pabrikan yang cukup mahal.

Oleh karena itu, sebaiknya ketahui berbagai ciri-ciri kerusakan transmisi matic sejak awal agar dapat lebih teliti sebelum membeli mobil bekas yang menjadi pilihan. Salah satu ciri-ciri yang dimaksud adalah munculnya sentakan keras atau gejala jeduk saat menggeser tuas dari posisi P ke D atau R merupakan pertanda bahaya.

Jadi, sebelum kerusakan tersebut tersebar lebih luas penting untuk melihat apa saja ciri-ciri transmisi matic mobil bekas yang dimaksud.

BACA JUGA: Cari Mobil China Bekas dengan Harga Rp80 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya

BACA JUGA: Apa Saja Pilihan Mobil Bekas untuk Keluarga Rp100 Jutaan yang Layak Dilirk? Ini Daftarnya

1. RPM Tinggi tetapi Mobil Tidak Bertambah Kencang

Ketika pedal gas ditekan, angka RPM mesin meningkat cukup tinggi, tetapi kecepatan mobil tidak ikut bertambah secara signifikan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda terjadinya slip pada transmisi, yang dapat disebabkan oleh kampas kopling matic yang sudah aus akibat pemakaian dalam waktu lama.

2. Muncul Sentakan Keras Saat Memindahkan Gigi

Jika terdengar atau terasa hentakan keras alias jedug ketika tuas transmisi dipindahkan dari posisi P ke D atau R, kondisi ini perlu diperhatikan. Gejala tersebut dapat menunjukkan adanya gangguan pada tekanan hidrolik atau komponen solenoid transmisi yang mulai mengalami keausan.

3. Transmisi Terlambat Merespons Saat Mesin Dingin

Pada pagi hari ketika mesin baru dinyalakan, mobil terkadang tidak langsung bergerak setelah tuas dipindahkan ke posisi D. Mobil membutuhkan beberapa detik sebelum mulai berjalan, yang bisa berkaitan dengan masalah tekanan hidrolik atau seal piston transmisi yang sudah mengeras dan tidak lagi bekerja secara optimal.

4. Oli Transmisi Berubah Gelap dan Mengeluarkan Bau Hangus

Oli transmisi matic yang masih dalam kondisi baik memiliki warna yang relatif cerah dan tidak mengeluarkan bau terbakar. Apabila warnanya berubah menjadi cokelat tua, sangat gelap, atau bahkan hitam disertai aroma hangus, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya panas berlebih dan keausan pada komponen internal transmisi.

5. Mobil Bergetar Saat Melaju dengan Kecepatan Stabil

Getaran yang terasa tidak normal ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu juga perlu diwaspadai. Salah satu penyebabnya dapat berkaitan dengan gangguan pada torque converter atau komponen transmisi lainnya. Jika dibiarkan, getaran tersebut dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan menyebabkan kerusakan pada komponen terkait.*

Penulis: Etika Larasati Khontesa