Otomotif

Mengulas Kembali Suzuki Smash: Legenda Motor Anak 2000-an yang Performa Gesit

×

Mengulas Kembali Suzuki Smash: Legenda Motor Anak 2000-an yang Performa Gesit

Sebarkan artikel ini
Tampilan motor Suzuki Smash legenda anak tahun 2000 an
Suzuki Smash pernah menjadi motor paling diminati berkat desain sederhana dan mesin yang sangat responsif

CAHAYANEGERI.COM – Suzuki Smash pernah jadi trend nomor satu pada masanya, karena mengusung desain sederhana, mesin responsif, serta gaya yang lincah.

Setelah bertahun-tahun berlalu, Suzuki Smash masih memiliki penggemar tersendiri di kalangan pencinta motor lawas.

Julukan Si Gesit Irit yang melekat pada motor ini menggambarkan gaya yang sejak awal ingin ditawarkan Suzuki kepada konsumen.

Kehadiran Smash saat itu memperkuat posisi Suzuki di segmen motor bebek berkapasitas sekitar 110 cc yang sangat ramai.

Salah satu daya tarik pada Suzuki Smash generasi awal berada pada sektor mesinnya.

BACA JUGA: Zongshen ES5 Motor Listrik Model Terbaru dengan Jarak Tempuh Hingga 300 Km, Yuk Cek!

BACA JUGA: Intip Harga Terbaru Suzuki V-Strom 250SX Motor Adventure 250 cc Beserta Keunggulannya

Motor ini mengusung mesin satu silinder 4-tak SOHC berkapasitas sekitar 109,7 cc dengan sistem pendingin udara.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 8,3 PS pada 8.000 rpm dan torsi sekitar 0,84 kg-m pada 6.500 rpm.

Spesifikasi tersebut membuat Smash memiliki karakter yang cukup responsif.

Karakter gesit itu semakin terasa berkat penggunaan transmisi manual 4-percepatan dengan kopling otomatis.

Pengendara tidak perlu mengoperasikan tuas kopling secara manual sehingga pengoperasiannya relatif mudah, tetapi tetap memberikan sensasi khas motor bebek.

Pada generasi awal, Suzuki menggunakan sistem Power Engagement Clutch System (PECS).

Kombinasi mesin ringan dan transmisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Smash dikenal memiliki respons akselerasi yang menyenangkan untuk penggunaan sehari-hari.

Menariknya, perjalanan Suzuki Smash tidak berhenti pada model pertama.

Suzuki kemudian melakukan berbagai penyegaran, misalnya hadir varian dengan rem cakram depan, sementara perkembangan berikutnya menghadirkan tampilan yang lebih sporty.

Dari sisi desain, Suzuki Smash memiliki ciri khas motor bebek yang ramping dan relatif sederhana.

Bentuk bodinya tidak sebesar motor modern sehingga terasa ringan ketika diajak bermanuver.

Beberapa varian hadir dengan tampilan yang lebih sporty, termasuk pilihan Smash SR atau Street Runner yang menyasar konsumen muda.

Perubahan pada striping, pilihan warna, pelek dan beberapa detail eksterior membuat Smash mampu mengikuti selera pasar tanpa meninggalkan karakter dasarnya sebagai motor bebek praktis.

Keunggulan lain yang membuat Suzuki Smash tetap dikenang adalah konsepnya yang sederhana.

Motor ini tidak dibekali berbagai teknologi elektronik seperti sepeda motor modern, tetapi justru kesederhanaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian penggemar.

Tidak mengherankan apabila sampai sekarang Suzuki Smash masih dapat ditemukan di pasar motor bekas dan tetap memiliki peminat.

Motor ini bukan sekadar motor bebek lawas yang pernah meramaikan jalanan Indonesia.

Motor ini menjadi bagian dari memori otomotif generasi 2000-an sekaligus bukti bagaimana sebuah kendaraan sederhana dapat meninggalkan kesan kuat bagi penggunanya. *

Penulis: Etika Larasati Khontesa