<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Selat Sunda - CAHAYA NEGERI</title>
	<atom:link href="https://cahayanegeri.com/topic/selat-sunda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cahayanegeri.com/topic/selat-sunda/</link>
	<description>Portal Berita Terupdate</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 05:06:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://cahayanegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-logo-cn-com-32x32.png</url>
	<title>Selat Sunda - CAHAYA NEGERI</title>
	<link>https://cahayanegeri.com/topic/selat-sunda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Dia 4 Gunung Yang Erupsi Pada 6 September 2026, Anak Krakatau Salah Satunya!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/inilah-dia-4-gunung-yang-erupsi-pada-6-september-2026-anak-krakatau-salah-satunya/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/inilah-dia-4-gunung-yang-erupsi-pada-6-september-2026-anak-krakatau-salah-satunya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 05:06:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[6 September 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ili Lewotolok]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1481</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Pada Minggu, 6 September 2026 tak...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/inilah-dia-4-gunung-yang-erupsi-pada-6-september-2026-anak-krakatau-salah-satunya/">Inilah Dia 4 Gunung Yang Erupsi Pada 6 September 2026, Anak Krakatau Salah Satunya!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Pada Minggu, 6 September 2026 tak hanya Gunung Anak Krakatau yang erupsi, namun sejumlah gunung di Indonesia juga erupsi. Lihat di sini deretan gunung yang erupsi pada Minggu, 6 September 2026.</p>
<p>Pada Minggu, 6 September 2026 beberapa gunung berapi di Indonesia menunjukkan aktivitas erupsi secara bersamaan. Adaempat gunung api yang mengalami erupsi, yaitu Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Illi Lewotolok dan Gunung Semeru.</p>
<p>Keempat gunung tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Illi Lewotolok di Nusa Tenggara Timur dan Gunung Ibu di Halmahera Barat.</p>
<p>1. Gunung Anak Krakatau</p>
<p>Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian utama pada Minggu, 6 September 2026, karena aktivitas erupsinya yang berlangsung terus-menerus sejak tanggal 4 September. Erupsi ini menyebabkan sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1478&amp;action=edit">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1470&amp;action=edit">Erupsi Gunung Anak Krakatau: Mendagri Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan, ASN Boleh WFH Hingga 100%!</a></strong></p>
<p>Pada hari yang sama, tepatnya pukul 03.53 WIB, Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat terjadinya erupsi tipe strombolian yang berlangsung sekitar 30 detik. Meskipun episode erupsi menerus tersebut telah berakhir, potensi terjadinya letusan kembali masih tetap ada.</p>
<p>Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga yang menandakan tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi. Selain itu, pada pukul 20.23 WIB, tercatat kembali terjadi erupsi dengan durasi mencapai 44 detik.</p>
<p>2. Gunung Semeru</p>
<p>Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.51 WIB. Kolom letusan yang teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut. Menurut petugas pengamatan Pos Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur.</p>
<p>Erupsi ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 102 detik. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.</p>
<p>Di luar jarak tersebut, masyarakat juga disarankan untuk menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena kawasan ini berpotensi terdampak oleh perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena area tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.</p>
<p>3. Gunung Ili Lewotolok</p>
<p>Gunung Api Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanis yang cukup signifikan. Gunung ini berstatus Level II atau Waspada dan kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi.</p>
<p>Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Ili Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi, menyampaikan bahwa letusan terkuat terjadi pada pukul 06.41 WITA, dengan kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu yang terlihat berwarna kelabu dengan ketebalan yang cukup padat dan condong mengarah ke tenggara, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 82 detik.</p>
<p>Aktivitas ini terjadi setelah beberapa hari terakhir gunung tersebut mengalami erupsi yang disertai dengan aliran lava yang terus-menerus.</p>
<p>4. Gunung Ibu</p>
<p>Gunung Ibu yang terletak di Halmahera Barat, Maluku Utara, juga kembali mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026. Erupsi tercatat terjadi pada pukul 04.55 WIT dan 14.26 WIT. Berdasarkan laporan dari Badan Geologi Kementerian ESDM, erupsi ini menghasilkan kolom asap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.</p>
<p>Kolom asap tersebut mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak dan bergerak ke arah utara serta timur laut. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Larangan ini juga diperluas hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara untuk memastikan keselamatan semua pihak.</p>
<p>Dengan adanya aktivitas erupsi dari keempat gunung ini, masyarakat di sekitar wilayah tersebut diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/inilah-dia-4-gunung-yang-erupsi-pada-6-september-2026-anak-krakatau-salah-satunya/">Inilah Dia 4 Gunung Yang Erupsi Pada 6 September 2026, Anak Krakatau Salah Satunya!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/inilah-dia-4-gunung-yang-erupsi-pada-6-september-2026-anak-krakatau-salah-satunya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 04:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Jarak Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[PJJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1478</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) menerapkan sistem...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM</strong> – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PPJ imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Simak di sini daerah mana saja yang menerapkan PPJ!</p>
<p>Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu malam, 5 September 2026, yang memuntahkan lava pijar dan berstatus Level III (Siaga) mendorong sejumlah pemerintah daerah di sekitar Selat Sunda mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026.</p>
<p>Langkah ini dilakukan demi melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta guru dari paparan abu vulkanik. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu pernapasan dan aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak dan tenaga pendidik yang beraktivitas di sekolah.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, beberapa pemerintah daerah mengambil kebijakan sementara untuk mengganti pembelajaran tatap muka dengan PJJ, dengan durasi dan cakupan yang berbeda-beda tergantung tingkat paparan abu di masing-masing wilayah. Berikut adalah daerah yang menerapkan PJJ imbas erupsi Gunung Anak Krakatau:</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1470&amp;action=edit">Erupsi Gunung Anak Krakatau: Mendagri Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan, ASN Boleh WFH Hingga 100%!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1467&amp;action=edit">Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Yang Terdampak Terapkan Kuliah Daring!</a></strong></p>
<p>1. DKI Jakarta</p>
<p>DKI Jakarta menerapkan PJJ mulai Senin, 7 September 2026, berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik. Kebijakan ini bersifat wajib bagi satuan pendidikan yang tercantum dalam surat edaran, mencakup sekolah negeri maupun swasta dan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.</p>
<p>Untuk madrasah, koordinasi pembelajaran dari rumah dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama. Pemprov DKI menekankan bahwa PJJ bukan berarti libur, proses belajar tetap berjalan dari rumah dengan penyesuaian kondisi peserta didik, sementara sekolah diminta memantau kegiatan belajar, mendampingi siswa dan menyiapkan alternatif jika muncul kendala teknis.</p>
<p>2. Banten</p>
<p>Pemerintah Provinsi Banten juga mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi PJJ khusus untuk jenjang SMA, SMK dan SKh selama tiga hari, yaitu Senin 7 hingga Rabu 9 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah kesiapsiagaan mengingat status Gunung Anak Krakatau yang masih Siaga (Level III) dan adanya sebaran abu vulkanik yang menjadi pertimbangan utama.</p>
<p>Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kualitas udara dan menentukan kebijakan lanjutan sesuai kondisi lapangan.</p>
<p>3. Lampung<br />
Lampung menerapkan PJJ sebagai antisipasi sebaran abu vulkanik, berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Pembelajaran dari rumah dilaksanakan selama dua hari, Senin 7 hingga Selasa 8 September 2026.</p>
<p>Selama PJJ, guru dan kepala satuan pendidikan tetap bertugas dan sekolah diminta memastikan materi tersampaikan melalui platform digital yang tersedia. Pemprov Lampung mengimbau siswa, guru dan orang tua mengurangi aktivitas di luar rumah selama wilayah terdampak abu vulkanik. Bbagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.</p>
<p>4. Pandeglang</p>
<p>Kabupaten Pandeglang menerapkan PJJ sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khusus untuk jenjang PAUD, SD dan SMP. Kebijakan ini berlangsung selama tiga hari yaitu 7–9 September 2026, dengan tujuan menjaga keselamatan dan kesehatan warga sekolah selama kondisi terdampak abu vulkanik.</p>
<p>Satuan pendidikan diminta melakukan pendampingan dan pemantauan selama proses belajar dari rumah, serta menyiapkan alternatif pembelajaran jika terdapat kendala dalam pelaksanaan PJJ.</p>
<p>5. Kota Serang</p>
<p>Kota Serang mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi PJJ atau belajar dari rumah, namun hanya berlaku selama satu hari, yaitu Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diberlakukan untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.</p>
<p>Pemerintah daerah menyebut keputusan tersebut sebagai langkah menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta warga sekolah.</p>
<p>6. Jawa Barat</p>
<p>Tidak seperti DKI Jakarta, Banten, Lampung dan sejumlah daerah di Banten, Jawa Barat mengambil langkah dengan tidak memberlakukan PJJ secara seragam di semua daerah. Gubernur Jawa Barat memberikan wewenang kepada sekolah-sekolah yang berada di lokasi terdampak sebaran abu vulkanik untuk beralih ke pembelajaran daring mulai Senin, 7 September 2026.</p>
<p>Wilayah Bogor dan Sukabumi menjadi dua daerah yang disebut memerlukan perhatian khusus karena tingkat sebaran abu vulkanik di kawasan tersebut dinilai lebih tinggi daripada wilayah lainnya. Kendati demikian, kebijakan ini tidak hanya terbatas pada Bogor dan Sukabumi saja, melainkan juga membuka peluang bagi sekolah di daerah lain di Jawa Barat untuk menerapkan PJJ jika kondisi abu vulkanik di tempat mereka dianggap sudah cukup mengkhawatirkan.</p>
<p>Dengan pola seperti ini, penerapan PJJ di Jawa Barat bersifat situasional, artinya kepala sekolah dapat memutuskan apakah pembelajaran dilakukan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, tingkat keamanan serta aspek kesehatan dan keselamatan bagi seluruh peserta didik. *</p>
<h6><strong><em>Penulis: Riska Ayu Kurniati</em></strong></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/">Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Dia Deerah Yang Terapkan Kebijakan PJJ!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-ini-dia-deerah-yang-terapkan-kebijakan-pjj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
