<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aktivitas melaut terhenti - CAHAYA NEGERI</title>
	<atom:link href="https://cahayanegeri.com/topic/aktivitas-melaut-terhenti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cahayanegeri.com/topic/aktivitas-melaut-terhenti/</link>
	<description>Portal Berita Terupdate</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2026 01:45:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://cahayanegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-logo-cn-com-32x32.png</url>
	<title>Aktivitas melaut terhenti - CAHAYA NEGERI</title>
	<link>https://cahayanegeri.com/topic/aktivitas-melaut-terhenti/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabut Asap Pekat Akibat Karhutla Hambat Aktivitas Nelayan Di Natuna Melaut!</title>
		<link>https://cahayanegeri.com/kabut-asap-pekat-akibat-karhutla-hambat-aktivitas-nelayan-di-natuna-melaut/</link>
					<comments>https://cahayanegeri.com/kabut-asap-pekat-akibat-karhutla-hambat-aktivitas-nelayan-di-natuna-melaut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andrian]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 01:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahayanegeri.com/?p=1174</guid>

					<description><![CDATA[<p>CAHAYANEGERI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang...</p>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/kabut-asap-pekat-akibat-karhutla-hambat-aktivitas-nelayan-di-natuna-melaut/">Kabut Asap Pekat Akibat Karhutla Hambat Aktivitas Nelayan Di Natuna Melaut!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CAHAYANEGERI.COM </strong>– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia belum kunjung mereda.</p>
<p>Kabut asap dari karhutla ini menghambat aktivitas masyarakat, salah satunya bagi masyarakat yang mata pencariannya sebagai nelayan.</p>
<p>Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kini juga dirasakan dampaknya oleh para nelayan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.</p>
<p>Kondisi ini memaksa mereka menghentikan aktivitas melaut karena jarak pandang yang sangat terbatas, sehingga menyulitkan navigasi kapal di tengah laut.</p>
<p>Para nelayan Natuna yang menggantungkan hidup dari hasil laut mengeluh terpaksa tidak bisa melaut seperti biasa.</p>
<p>Saat mencoba berlayar sekitar tiga mil dari Pulau Natuna, mereka sudah disambut kabut asap tebal yang menutupi pandangan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1153&amp;action=edit">Akibat Karhutla Kasus ISPA Melonjak, Kemenkes Sebut Lebih 3 Juta Warga RI Terpapar Asap!</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a class="row-title" href="https://cahayanegeri.com/wp-admin/post.php?post=1150&amp;action=edit">Karhutla Belum Mereda, TNI AU Pakai Metode Water Boombing Untuk Padamkan Api!</a></strong></p>
<p>Wilayah sekitar pun tidak terlihat lagi dengan mata telanjang, membuat perjalanan ke laut menjadi sangat berisiko.</p>
<p>&#8220;Kami ikut terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan,&#8221; kata Zubian Toni, salah satu nelayan Natuna pada Minggu, 23 Agustus 2026.</p>
<p>Toni mengatakan bahwa saat ini mereka hanya bisa mengandalkan Global Positioning System (GPS) sebagai penunjuk arah saat berlayar.</p>
<p>Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Natuna sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan hingga kini belum sepenuhnya hilang.</p>
<p>&#8220;Sudah seminggu ini bang, tidak hilang kabutnya. Musim teduh, asap tidak terbawa asap,&#8221; ungkapnya. Nelayan lain, Hariadi dari Pulau Subi, Natuna juga merasakan dampak serupa.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa nelayan yang tidak memiliki alat canggih seperti GPS atau aplikasi di ponsel merasa sangat kesulitan menentukan arah saat pergi dan pulang melaut.</p>
<p>Biasanya, para nelayan menggunakan panduan alam seperti pulau, pal, lampu suar dan bintang sebagai penunjuk arah.</p>
<p>Namun, semua tanda itu kini tidak terlihat karena tertutup asap.</p>
<p>Bahkan, jarak pandang lampu suar yang normalnya bisa mencapai 8 mil laut, kini hanya mampu menembus sekitar 0,5 mil.</p>
<p>Hariadi menambahkan bahwa untuk menemukan lokasi ikan tuna atau tongkol, para nelayan biasanya mengandalkan suara gemercik air sebagai petunjuk adanya gerombolan ikan.</p>
<p>Mereka juga memperhatikan keberadaan burung camar yang sedang berburu ikan, karena itu menandakan ada kumpulan ikan di sekitar lokasi tersebut.</p>
<p>Selain mengganggu aktivitas ekonomi, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Natuna.</p>
<p>Kualitas udara yang memburuk karena partikel PM2.5 dapat memicu berbagai masalah pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma hingga iritasi mata.</p>
<p>Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak, lansia dan penderita penyakit kronis.</p>
<p>Karena itu, otoritas kesehatan setempat telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di area terbuka. *</p>
<h6><em><strong>Penulis: Riska Ayu Kurniati</strong></em></h6>
<p>The post <a href="https://cahayanegeri.com/kabut-asap-pekat-akibat-karhutla-hambat-aktivitas-nelayan-di-natuna-melaut/">Kabut Asap Pekat Akibat Karhutla Hambat Aktivitas Nelayan Di Natuna Melaut!</a> appeared first on <a href="https://cahayanegeri.com">CAHAYA NEGERI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cahayanegeri.com/kabut-asap-pekat-akibat-karhutla-hambat-aktivitas-nelayan-di-natuna-melaut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
